Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pengoperasian kereta bandara mulai pada tahap pengaturan lalu lintasnya, terutama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Sudirman Baru (BNI City).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, pengaturan lalu lintas tersebut disepakati dari hasil pertemuan BPTJ, PT Railink, PT KAI, PT KA Commuter Indonesia (KCI), Dishub Provinsi DKI Jakarta, Korlantas, Bina Marga, pejabat Kecamatan Sudirman, dan dan pihak lain terkait persiapan operasional KA Bandara Soekarno- Hatta.

“Terkait pengaturan lalu lintas ke dan dari Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City), mulai pengguna kendaraan maupun pejalan kaki jadi fokus diskusi agar bisa memberikan kenyamanan,” ujar Bambang dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/12/2017).

BPTJ akan berkoordinasi dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkait pengadaan bus pengumpan menjadi angkutan tambahan di beberapa stasiun padat penumpang di jalur Tangerang – Duri seperti Stasiun Kalideres dan Stasiun Poris.

Bambang menambahkan, para pihak terkait terus berkoordinasi guna kesiapan pengoprasian kereta bandara ini.

“Pengaturan lalu lintas dan pergerakan orang di sekitar Stasiun Sudirman dan Sudirman Baru (BNI City) bakal diberlakukan. langkah ini untuk mengkondisikan agar nanti saat beroperasinya kereta bandara, para penumpang sudah tahu kemana harus bergerak,” tandas Bambang.

Rute jalur kereta di beberapa stasiun

Untuk lalu lintas kendaraan yang akan diterapkan Dishub Provinsi DKI Jakarta di sekitar area Sudirman diantaranya, lintas di Jalan Tanjung Karang dan bawah Jalan Jenderal Sudirman diubah yang awalnya dua arah menjadi satu arah.

Untuk Jalan Tanjung Karang, berlaku hanya pergerakan Selatan ke Utara, lalu bawah Jalan Jenderal Sudirman hanya untuk lalu lintas Timur ke Barat. Kemudian, Jalan Talang Betutu menjadi satu arah dari Timur ke Barat. Giliran Jalan Plaju, Jalan Sungai Gerong, Jalan Kotabumi dan Jalan Martapura tetap dua arah.

Kendaraan dari ruas Jalan Jenderal Sudirman (pergerakan Selatan-Utara) yang akan menuju Jalan Tanjung Karang, Jalan Talang Betutu, Jalan Plaju, Jalan Sungai Gerong, Jalan Kotabumi dan Stasiun KA Bandara wajib berputar di Bundaran HI untuk kemudian masuk di Jalan Blora – bawah Jalan Jend Sudirman – dan seterusnya.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta jadi alternatif transportasi dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta tersedia 10 rangkaian kereta listrik (enam kereta per rangkaian).

Adapun kapasitas tiap rangkaian ini mampu mengangkut 272 orang penumpang. Stasiun yang dilayani KA bandara meliputi Manggarai, Sudirman Baru (BNI City), Duri, Batuceper, Bandara Soetta PP.

Untuk awal operasional, naik turun penumpang PT Railink baru melayani dari Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta (PP) sebab stasiun-stasiun lain masih tahap proses pembangunan.

“Nanti saat bersamaan pengoperasian KA Bandara relasi Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Bandara Soekarno Hatta, maka jalur Tangerang – Duri (PP) akan berlaku penyesuaian jadwal KRL dengan pola operasi yang tertera dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2017 yang mengakomodir perjalanan KA Bandara,” ujar Direktur KCI MN, Fadhila .

Fadhil menambahkan, penyesuaian jadwal ini dilakukan sesuai perubahan jumlah perjalanan KA Lintas Tangerang – Duri dari 90 perjalanan menjadi 80 perjalanan.
Sementara untuk jadwal keberangkatan kereta pertama dari Stasiun Tangerang menuju Duri dimulai pukul 04.55 WIB, sedangkan kereta pertama dari Stasiun Duri menuju Tangerang pukul 05.45 WIB.

PT KCI operasikan rangkaian KRL lebih panjang

Sementara itu, untuk jadwal kereta terakhir dari Stasiun Tangerang menuju Duri pukul 22.30 WIB dan KA Terakhir dari Stasiun Duri menuju Tangerang pada pukul 23.45 WIB.
Secara bertahap, PT KCI juga bakal mengoperasikan rangkaian KRL lebih panjang yakni berformasi 10 dan 12 kereta di lintas Tangerang – Duri (PP).

Sementara itu, Direktur Utama Railink Heru Kuswanto mengutarakan, terkait pengaturan flow kendaraan yang masuk ke Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City), kendaraan masuk dari Terowongan Jalan Kendal menuju area Stasiun KA Bandara Sudirman Baru.
Saat kendaraan masuk area Stasiun Sudirman Baru ada dua alternatif yang bisa dipilih penumpang.

Pertama, saat masuk pintu utama, kendaraan berjalan lurus hingga di area penurunan penumpang (drop off) di lantai dasar (at grade) untuk menurunkan penumpang lalu keluar berbelok kanan menuju Jalan Martapura (tidak bisa belok kanan ke arah Jalan Talang Betutu).

Kedua, saat kendaraan masuk pintu utama maka kendaraan harus serong kiri masuk ramp naik Lantai 1, menurunkan penumpang di Lobi Timur dan Lobi Barat di lantai 1 dan kendaraan bisa parkir di halaman parkir Timur dan Barat, kemudian keluar lewat ramp turun di sisi barat, manuver putar balik ke arah Timur, keluar menuju Jalan Martapura.@Rel-Licom