Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Crown Group bekerja sama dengan pemerintah negara bagian NSW berencana membangun kembali gedung tua yang berdiri sejak tahun 1801 di Australia. Gedung bekas rumah tahanan dan hotel yang tertimbun reruntuhan itu bakal dipamerkan untuk kali pertamanya setelah 200 tahun saat diresmikannya pusat baru peninggalan sejarah Parramatta minggu lalu.

Bernama Wheatsheaf Hotel, ditemukan saat proses pembangunan menara hunian baru di 45 Macquarie Street. Dan kini Kepala Pemerintahan Negara Bagian NSW, Gladys Berejiklian, dengan Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito menggelar pemotongan pita untuk membuka peninggalan sejarah tersebut dihadapan lebih dari 100 orang.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, V by Crown Group menetapkan sebuah standar baru dalam integrasi ruang publik dan pribadi dalam pembangunan hunian.

“Saat kami mengakuisisi situs ini di Parramatta, kami langsung tahu bahwa kami harus membuat bangunan yang benar-benar istimewa. Situs ini terletak di persimpangan utama dari CBD Parramatta yang tengah tumbuh dan harus menjadi desain luar biasa untuk masa depan, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, “ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/12/2017).

Iwan menambahkan, sudah banyak pengembang bakal menyaksikan penemuan arkeologi penting seperti ini sebagai rintangan yang tak dikehendaki, namun justru pihaknya memandang sebagai kesempatan sekali dalam seumur hidup untuk menciptakan sesuatu bagi masyarakat.

“Visi kami untuk V by Crown Group adalah membawa masa lalu, saat ini dan masa depan bersama-sama, “tegasnya.

Sementara itu, Philip Ruddock, Walikota Hornsby mengatakan, Crown Group telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk proyek ini dan ia merasa bangga bahwa namanya digunakan untuk situs ini.

“Ini sangat mencerminkan pandangan saya tentang pembangunan, kita perlu terus melangkah maju, namun di saat bersamaan sangat penting untuk mempertahankan warisan kita,” tandas Ruddock.

Wheatsheaf Hotel (1801-1809) ada di “Western Road” Parramatta yang menjadi salah satu bangunan besar pertama dan termegah saat memasuki area kota dari arah barat antara tahun 1801 dan 1810.

Selama proses penggalian, terungkap bahwa Wheatsheaf Hotel dahulu merupakan reruntuhan hotel tertua di Australia. Usai proses penggalian, bangunan tersebut dilindungi sebuah kanopi beton untuk pembangunan menara apartemen setinggi 590. Berikutnya, situs sejarah ini diabadikan menjadi ‘Philip Ruddock Heritage Centre’ yang baru, dan bakal dibuka untuk umum setiap hari.@Rel-Licom