Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pengedar narkoba mengaku dikoordinir tahanan Rutan Medaeng
Hari didampingi kuasa hukumnya, Fariji, dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya (rofik
HEADLINE JATIM RAYA

Pengedar narkoba mengaku dikoordinir tahanan Rutan Medaeng 

LENSAINDONESIA.COM: Hari Supriyanto, terdakwa pengedar narkoba, mengaku dikoordinir Alex, bandar narkoba yang mendekam di Rutan Medaeng, Sidoarjo. Hal itu diungkapkannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Senin (18/12/2017).

Dalam sidang dengan agenda keterangan saksi ini, Bripka Nixon dari Sat Reskoba Pokrestabes Surabaya, menjelaskan bahwa pihaknya menangkap terdakwa usai mendapat informasi dari masyarakat. “Saat itu terdakwa kami amankan di jalan, lalu kami kembangkan ke tempat kosnya di Jl Makarya Binangun. Disana ditemukan barang bukti sabu 100 gram,” terangnya.

Saksi juga menjelaskan, terdakwa mendapat barang dari bandar yang mendekam di Rutan Medaeng. “Terdakwa mengaku mendapat barang dari Alex, yang saat ini mendekam di Rutan Medaeng,” tambahnya.

Keterangan saksi itu tidak dibantah oleh terdakwa. Hari menjelaskan Alex merupakan bandar yang mendekam di Rutan Medaeng dan perkenalan mereka atas jasa Budi (DPO). “Saya kost di rumahnya Budi, dia yang mengenalkan saya dengan Alex,” ucap terdakwa Hari.

Saat ditanya Ketua Majelis Hakim Dedi Ferdiman terkait transaksi yang dilakukan, terdakwa mengaku dilakukan dengan cara ranjau. “Saya disuruh mengambil di dekat RS Gotong Royong Jl Manyar Kertoadi. Lalu sabu itu saya bawa ke kos dan dibagi menjadi beberapa poket sama Budi,” tambahnya.

Sementara, saat ditanya apakah sudah bertemu Alex di Rutan Medaeng, terdakwa mengaku belum pernah. “Sampai sekarang saya tidak pernah ketemu, sebab saya hanya komunikasi lewat telepon. Dan yang mengenalkan Budi,” pungkasnya.

Fariji selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan, dirinya tidak yakin Alex mendekam di Rutan Medaeng. “Kalau di Lapas atau Rutan lain saya percaya. Tapi kalau di Medaeng saya tidak yakin, sebab terdakwa sampai saat ini belum pernah bertemu meski sama-sama mendekam disana (Medaeng),” jelasnya singkat.

Baca Juga:  Kata Peneliti, Kementan mampu bentuk citra sebagai sektor penting ekonomi negara

Perlu diketahui, terdakwa dibekuk anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kamis (3/12/2017) lalu. Saat diperiksa, petugas menemukan barang bukti 10 butir ineks. Setelah dikeler ke tempat kosnya, petugas kembali menemukan barang bukti sabu seberat 100 gram.

Atas kepemilikan narkoba tersebut, terdakwa didakwa pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman seumur hidup.@rofik