Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Belajar curi motor dari Youtube, pemuda pengangguran ini ditembak polisi
Maskur ditembak kakinya karena terlibat 8 kali aksi curanmor (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

Belajar curi motor dari Youtube, pemuda pengangguran ini ditembak polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Maskur (21) warga Jl Bulak Banteng Perintis Utara I Surabaya, ditembak kaki kanannya oleh Tim Anti Bandit Polsek Gubeng lantaran menjadi pelaku curanmor 8 TKP. Saat beraksi Maskur tak sendirian karena didampingi Irul (21), teman sekampungnya yang bertugas sebagai pengawas situasi.

Penangkapan berawal saat keduanya melakukan aksi curanmor di rumah Hadi Yuda, warga Jl Manyar Sabrangan. Saat itu perhatian kedua pelaku tertuju pada motor Honda Beat L 2643 AG yang terparkir di teras rumah korban.

Maskur yang bertugas sebagai eksekutor langsung masuk dan merusak rumah kunci motor dengan kunci Y yang sudah dimodifikasi. Sejurus kemudian motor berhasil diambil. Namun belum sampai dibawa kabur, aksi Maskur kepergok korban yang langsung meneriakinya ‘maling..maling’.

Maskur pun berusaha melarikan diri. Namun korban terus mengejar hingga di Jl Manyar Surabaya. Di jalan raya itu, korban kembali berteriak sehingga memancing perhatian anggota Unit Lantas Polsek Gubeng yang sedang berpatroli di kawasan tersebut. Sejumlah anggota Lantas pun melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua pelaku.

“Tak lama berselang anggota kring serse datang dan langsung melakukan pengamanan. Saat dikeler, pelaku Maskur malah berontak dan berusaha kabur, sehingga sangat terpaksa kami melakukan penindakan tegas terukur dengan menembak kaki kanannya,” ujar Kapolsek Gubeng Kompol Sudarto, Selasa (19/12/2017).

Kompol Sudarto menambahkan, dalam pemeriksaan diketahui jika Maskur ternyata tak hanya sekali melakukan aksi curanmor. bandit jalanan ini mengaku sudah 8 kali beraksi selama sebulan terakhir di wilayah Tambaksari, Sukomanunggal, Sukolilo, Simokerto dan Gubeng. “Dalam aksinya pelaku ini selalu mengajak teman-temannya secara bergantian untuk melakukan pencurian. Ya salah satunya dengan Irul itu,” tambahnya.

Di hadapan penyidik Polsek Gubeng, Maskur mengaku setelah motor sasaran berhasil dicuri, langsung dijual ke seorang penadah di Sampang Madura. “Ya biasanya dihargai Rp 3 juta hingga Rp 4,5 juta pak,” akunya.

Baca Juga:  Pneumonia jadi pembunuh balita tertinggi ke 2 di Indonesia, ini solusinya!

Ditanya latar belakangnya mencuri, Maskur mengaku selama ini jadi pengangguran dan kehaliannya hanya melakukan aksi pencurian motor. “Gak ada yang ngajarin pak. Saya mempelajari aksi curanmor dari Youtube. Dari sana saya pelajari cara membobol rumah kunci motor itu bagaimana dan menggunakan alat apa,” pungkasnya. @nanda