Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Demi biaya KKN adik, dua pemuda asal Aceh siap menjemput ajal
Kedua terdakwa pengedar narkoba asal Aceh didampingi kuasa hukumnya, usai sidang di PN Surabaya (rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Demi biaya KKN adik, dua pemuda asal Aceh siap menjemput ajal 

LENSANDONESIA.COM: Abdul Munir (43) asal Ulee Titi, Aceh Utara dan Irwandi (29) asal Biara Timur, Aceh Utara, terancam hukuman mati karena terlibat kasus peredaran Narkoba.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (19/12/2017) dengan agenda keterangan saksi, majelis hakim menghadirkan Rusdiantoro anggota BNNP Jatim yang melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa.

Saksi Risdiantoro mengungkapkan kedua terdakwa ditangkap di lift Hotel Oval Jl Diponegoro, dengan barang bukti sabu 510 gram yang disimpan di sepatunya. “Setelah kami dapat informasi, kami melakukan pengintaian di Hotel Oval. Setelah lama mengawasi, akhirnya kami mendapati ciri-ciri yang kami incar sedang turun dari taksi,” terang saksi Risdiantoro.

Saksi menjelaskan lebih lanjut, saat terdakwa masuk lift menuju kamar 217 yang sudah dipesan, pihaknya langsung melakukan penangkapan. “Awalnya terdakwa sempat mengelak. Namun setelah kami geledah, barang bukti disimpan dalam sepatu yang digunakannya. Setelah itu, kami gelandang ke kamar 217, disana kami juga amankan pemesannya Dewi Boedi Santoso (meninggal),” pungkas saksi Risdiantoro.

Terdakwa tidak membantah seluruh keterangan saksi dan mengakui semua perbuatannya. Disinggung dirinya disuruh siapa, keduanya kompak menjawab Emilyanto, bandar narkoba asal Aceh. “Disiuruh Emilyanto pak Hakim,” sahut mereka.

Ketua Majelis Hakim Isjuaedi kemudian meminta kedua terdakwa menceritakan kronologis bisa terlibat dalam jaringan narkoba.

Terdakwa lalu menceritakan bahwa awalnya dia meminjam uang Rp 5 juta untuk biaya kuliah kerja nyata (KKN) adiknya. “Saya butuh uang untuk biaya KKN adik saya. Lalu sama Emilyanto ditawari pekerjaan mengirim sabu ke Surabaya. Karena sangat butuh uang itu, kami menyanggupi,” ujar Abdul Munir.

Perlu diketahui, terdakwa ditangkap anggota BNNP Jatim, Jumat (11/8/2017) di Lift Hotel Oval Jl Diponegoro saat akan mengantar sabu kepada Dewi Boedi Susanto (meninggal) yang telah menunggu di kamar 217.

Baca Juga:  Gara-gara telat kembalikan motor, siswa SMP dihajar empat temannya

Atas perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sudarso dari Kejati Jatim mendakwanya dengn pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. @rofik