Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polres Gowa bongkar peredaran obat terlarang di kalangan ibu dan anak
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengintrogasi dua orang ibu rumah tangga pengedar ribuan obat terlarang jenis Tramadol. FOTO: Polresgowa
Peristiwa

Polres Gowa bongkar peredaran obat terlarang di kalangan ibu dan anak 

LENSAINDONESIA.COM: Sat Reskoba Polres Gowa, Sulawesi Selatan membongkar peredaran obat-obatan terlarang jenis Tramadol yang dilakukan oleh dua orang ibu rumah tangga.

Dua wanita setengah baya itu adalah Ida Binti Sabang (52) warga Jl Mangka Kelurahan Batangkaluku Kecamatan Somba Opu dan Samsinar (43) warga Dusun Bontojalling Desa Bontoala Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Dari tanggan Ida dan Samsinar, petugas berhasil mengamankan 1.786 butir pil Tramadol.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya transaksi obat-obatan terlarang di sekitar tempat tinggal mereka.

Dari sana polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap para pelaku dirumahnya masing-masing.

Di rumah Ida, petugas menemukan 1.115 butir pil Tramadol yang disimpan di dalam kamarnya yang dikemas dalam plastik warna hitam.

“Di rumah Samsinar kami menemukan 671 butir Tramadol tersimpan di atas atap dan didalam kamar mandi rumahnya,” ujarnya, Rabu (20/12/2017).

Shinto menambahkan, pil Tramadol tersebut diedarkan di sekitar rumah tempat tinggal tersangka.

“Mereka kerap mengedarkan ke orang tua dan anak-anak di wilayahnya masing-masing,” ungkap Shinto.

Berdasarkan keteranganj tersangka, mereka membeli pil dari pemasok seharga Rp 1.200 per butirnya. Lalu obat terlarang tersebut mereka jual lagi dengan Rp 2 ribu per butit.

“Jadi keuntungan per butirnya yang didapat Rp 800 per butir. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan agar dapat ditangkap para pelaku yang biasa memasok Tramadol pada dua ibu rumah tangga tersebut,” tambah mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 196 Undang-Undang Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.@nanda

Baca Juga:  Ini 8 jam tangan Alexandre Christie terbaik untuk para pria