LENSAINDONESIA.COM: Partai Golkar melalui Munaslub telah menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Golkar. Revitalisasi kepengurusan pun menjadi bahasan untuk menjadikan partai berlambang pohon beringin ini sebagai pembaharuan dan perubahan untuk keluar dari krisis, dan meningkatkan elektabilitas mendatang

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syaruf Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai, revitalisasi kepengurusan Partai Golkar sebagai suatu hal penting dalam melakukan pembaharuan dan perubahan internal partai.

“Revitalisasi pengurus itu yang penting, pertama adalah harus ada orang-orang yang berintegritas, bersih, baik, dan jujur. Kita ingin ada simbol perubahan atau pembaharuan,” ujar Pangi yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting saat dihubungi, Jum’at (22/12/2017).

Dalam menentukan orang-orang yang mempunyai kemampuan dan mumpuni, kata Pangi, adalah kepiawaian dari Airlangga menjadi penting didalam menyusun kepengurusan untuk menjalankan partai ini ke depan lebih baik.

“Di situ ada orang orang representasi kelompok, orang-orang tua yang sudah mempunyai pengalaman, anak anak muda yang energik, itu harus merepresentasikan atau diakomodir, termasuk bagaimana keahlian dan kepiawaian Airlangga untuk mengakomodir semua kelompok,” terangnya.

“Nah sederhana saja, bagaimana mereka mengakomodir merepresentasikan sehingga kemudian Partai Golkar akan lebih solid, kuat dan bisa menyudahi konflik-konflik internal itu sudah selesai dengan terpilihnya Airlangga Hartarto,” jelas Pangi menambahkan.

Lebih jauh Pangi menjelaskan, bahwa posisi jajaran ketua pada kepengurusan sangat penting diisi oleh orang-orang yang tepat dan mempunyai kapasitas dan mumpuni. Terlebih posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai yang akan mendampingi ketua umum.

“Sekjen itu kalau bisa orang-orang baru, seperti misalnya nama nama yang telah muncul. Sekjen dan ketua-ketua harian kan menjadi penting perananya. Dua hal itu juga menjadi penentu Golkar,” paparnya.

“Yang penting itu orang-orangnya Airlangga, karena itu masalah loyalitas, selain kredibilitas dan sebagainya, satu chemistry dengan Airlangga juga, enak kerjanya, supaya kerjanya jelas, mereka bisa lebih cair, mereka juga punya goal setting, punya visi bagaimana Golkar terselamatkan dan bagaimana Golkar bisa menang,” sambungnya menjelaskan.

Posisi Sekjen yang mendampingi Airlangga, menurut Pangi, juga harus mencerminkan simbol perubahan. “Sekjen itu ya orang yang mewakili simbol perubahan, pembaharuan, bersih dan anak muda. Ada anak muda, misalnya seperti Ahmad Doli Kurnia, sebelumnya dia pernah jadi wasekjen dua kali, Ketua DPP juga pernah, Ketua Umum AMPG juga, ini kan anak muda. Tentu saja dia juga ada seperti nama-nama calon lain di luar yang sudah ada,” pungkas Pangi yang juga seorang akademisi.@licom