Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gagal ceramah, Ustadz Abdul Somad dideportasi dari Hongkong
Ustadz Abdul Somad. FOTO: youtube
ASIA

Gagal ceramah, Ustadz Abdul Somad dideportasi dari Hongkong 

LENSAINDONESIA.COM: Ustadz Abdul Somad dipulangkan sepihak oleh petugas Bandara Internasional Hongkong saat hendak memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di sana, Sabtu (23/12/2017).

Dai kondang asal Riau ini mengaku tidak mendapat alasan jelas atas deportasi tersebut.

Kejadian tersebut berawal ketika Abdul Somad berserta rombongannya mendarat di Hongkong sekitar pukul 16.00 waktu di sana (atau pukul 15:00 WIB).

Saat keluar dari pintu pesawat, tiba-tiba ada beberapa petugas keimigrasian Hongkong yang menghadangnya.

“Begitu sampai ada beberapa orang menunggu keluar dari pintu pesawat, saya dipisah,” ucap Abdul Somad, Sabtu malam (23/12/2017).

Setelah dipisah dengan romobongannya, Ustad Somad dibawa ke dalam sebuah ruangan di dalam bandara tersebut. Di dalam ruangan itu petugas mengintrogasi Abdul Somad dengan banyak pertanyaan dan menggeledah barang-barang dirinya.

“Diminta agar buka dompet, semua diperiksa, kartu-kartu dan mereka cek semua surat-surat, kemudian dia (petugas) liat HP liat nomer-nomer kontak,” ujar Abdul Somad.

Dalam penggeledahan tersebut petugas bandara juga sempat mencurigai keterlibatan Abdul Somad dalam sebuah ormas. Namun hal itu dia bantah langsung. Penceramah ini menjelaskan bahwa dirinya tidak ada keterkaitan apapun dengan politik maupun ormas.

“Saya bilang saya seorang dosen, kemudian saya sebutkan satu-satu universitas tempat saya mengajar,” lanjut Abdul Somad.

Penggeladahan terhadap Abdul Somad terjadi kurang lebih selama 30 sampai 45 menit. Setelah penggeledahan selesai, petugas tersebut langsung mengantar kembali Ustadz Somad ke dalam pesawat yang ditumpanginya saat datang ke Hongkong. Ustad Somad meminta kembali ke Indonesia tanpa alasan yang jelas.

“Saya tanya kenapa? Dia bilang kita belum bisa memberi izin untuk masuk tanpa menyebut alasan,” kata Abdul Somad.

Namun, menurut Somad, ada kejanggalan yang dirasakan saat penggeledahan berlangsung. Dia merasa dianggap sebagai teroris karena di dalam salah satu kartu nama di handphonenya terdapat nama yang mengandung unsur keislaman.

Baca Juga:  Kata Peneliti, Kementan mampu bentuk citra sebagai sektor penting ekonomi negara

“Gaya dia (petugas) liat kartu-kartu nama di HP saya salah satunya nama itu kan Rabbitoh Habbaral Baitul Alawiyyin karena lambang bintang, ini yang lama ditanyain, kayaknya mereka curiga kita teroris,” pungkas Abdul Somad.

Ustad Somad sendiri menjelaskan nama tersebut merupakan ikatan ulama muslim yang tidak ada kaitannya dengan tindak terorisme.

Tentu kejadian tersebut sangat disesalkan oleh Abdul Somad, pasalnya dirinya tidak memliki kesalaham apapun namun ditolak berkunjung ke Hongkong. Dengan kebesaran hatinya, Abdul Somad akhirnya mengikuti perintah petugas tersebut untuk pulang ke Tanah air. Dan akhirnya penceramah ini tiba di Indonesia sekitar pukul 21:00 WIB.

Abdul Somad sendiri ke Hongkong untuk memenuhi undangan jemaah ta’lim yang dipanitia oleh TKI asal Indonesia yang menetap di Hongkong.

Ustadz Somad bertolak ke Hongkong bersama 3 orang kerabatnya yaitu ustad Nawir, Ustadz Dayat serta Iqbal. Dari romobongan tersebut hanya Abdul Somad sendiri yang dipulangkan. Sedangkan yang lainnya diperbolehkan untuk memasuki wilayah Hongkong.@LI-13