Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kerusuhan pecah di ibukota Peru, Lima dalam sebuah aksi yang memprotes pengampunan terhadap eks Presiden Alberto Fujimori.

Polisi Peru juga menembakkan gas air mata kepada ribuan pendemo yang marah atas keputusan Presiden Peru saat ini, Pedro Pablo Kuczynski.

“Tolak pengampunan!” seru para pendemo di Lima, di tengah sisa perayaan Natal.

Sebelumnya, Alberto Fujimori diberikan pengampunan oleh Kuczynski dengan alasan kesehatan.

Kuczyski mengatakan pengampunan ini diberikan karena dia tak bisa membiarkan Alberto Fujimori mati di penjara.

“Keadilan bukanlah balas dendam. Segala pengampunan secara alami akan (menimbulkan) kontroversial. Ada orang-orang penting yang menolak (untuk mengampuni). Keputusan Saya sangat kompleks dan sulit, tapi Saya sudah mengambil keputusan. Saya tidak bisa menjadi presiden bagi mereka yang memilih, tapi juga bagi seluruh warga Peru,” kata Kuczynski.

Selain Alberto Fujimori, ada tujuh orang lain yang diberikan pengampunan serupa. Namun tidak disebutkan siapa saja narapidana yang diberi grasi oleh Presiden Kuczynski.

Fujimori yang divonis 25 tahun penjara karena pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi, pekan lalu dipindahkan dari penjara ke rumah sakit.

Mantan presiden itu menderita tekanan darah rendah dan detak jantung tak beraturan.

Namun Kuczynski membantah bila pengampunan diberikan jadi bagian kesepakatan agar dia tidak dilengserkan dari kursi presiden. Kuczynski sendiri dituduh menerima bayaran ilegal dari konstruktor Brasil, Odebrecht.

Dua anggota partai Kuczynski di Kongres Peru telah mengundurkan diri, yaitu Vicente Zeballos dan Alberto de Belaunde.

Popular Force (FP) merupakan partai yang mengontrol parlemen dan dipimpin oleh Keiko Fujimori, yang merupakan anak Alberto Fujimori. Pada Kamis lalu, parlemen Peru mencoba melengserkan Kuczynski karena tuduhan korupsi.

“Demi menyelamatkan dirinya sendiri, dia (Presiden Kuczynski) membuat kesepakatan dengan pendukung Fujimori,” kecam politisi kiri, Veronika Mendoza.

Di sisi lain, para pendukung Alberto Fujimori bersorak gembira di luar tempat mantan orang nomor satu di Peru itu dirawat. Presiden yang menjabat mulai 1990-2000 itu dipuji lantaran memberantas pemberontakan Mao, tapi pengkritik menyebutnya sebagai diktator korup.

Pada Senin kemarin, Kenji memposting video memberi ucapan Natal pada ayahnya Fujimori di rumah sakit. @licom