Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pengakuan Yerusalem untuk Israel tak didukung, AS potong anggaran PBB Rp3,8 triliun
Amerika

Pengakuan Yerusalem untuk Israel tak didukung, AS potong anggaran PBB Rp3,8 triliun 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan negosiasi melakukan pemotongan anggaran dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump akan menarik bantuan bila negara-negara anggota PBB tidak mendukungnya mengukui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pemotongan tersebut jumlahnya cukup signifikan.

Perwakilan Tetap AS untuk PBB mengatakan bahwa Anggaran 2018-2019 PBB akan dipotong hingga USD285 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.

“Pengurangan juga akan dilakukan terhadap manajemen PBB dan fungsi pendukung lainnya,” pernyataan pihak AS, seperti dikutip AFP, Selasa (26/12/2017).

Pengumuman itu tidak menjelaskan pemotongan akan memengaruhi kontribusi AS secara keseluruhan.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan tidak efisien dan pengeluaran yang terlalu besar dari PBB sudah lama diketahui. “Kami tidak akan membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan sia-sia,” tutur Haley.

Meskipun dirinya senang dengan hasil negosiasi anggaran, pihaknya akan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi PBB dan sekaligus melindungi kepentingan AS.

Keputusan ini diyakini terkait dengan pemungutan suara Sidang Majelis Umum PBB pada 21 Desember. Di mana resolusi PBB yang tidak menyetujui pengakuan AS terhadap status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, disepakati oleh 128 anggotanya.

Sementara AS bersama delapan negara lain menolak resolusi itu. Sedangkan 35 negara lain bersikap abstain.@LI-13/ant