Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Keenam kalinya ajak Djan Faridz islah, Romi: Semoga berjodoh
HEADLINE DEMOKRASI

Keenam kalinya ajak Djan Faridz islah, Romi: Semoga berjodoh 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Pondok Gede, Romahurmuziy kembali berupaya merangkul kubu Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung Nomor 514 K/TUN/2017.

Pria yang akrab disapa Romi ini berencana menyambangi kediaman Djan Faridz untuk berislah.

“Saya akan datangi Pak Djan ke rumahnya. Dan, ini artinya sudah ke-6 kali saya berusaha ke rumahnya. Semoga kali ini berjodoh,” ucap Romi di Jakarta, Selasa (26/12/2017).

Namun, Romi tidak merinci kapan pastinya ia akan menyambangi rumah Djan. Ia berharap Djan mau kembali bersatu dengan kepengurusan PPP yang dipimpinnya.

Romi pun berjanji akan mengakomodasi kepengurusan hasil Muktamar Jakarta di dalam kepengurusan Muktamar Pondok Gede. “Bergabung di dalam kepengurusan dan orang-orang Pak Djan akan ditempatkan sebagai caleg sesuai dengan daerah pemilihan yang diinginkan,” terangnya.

Secara terpisah, Sekjen PPP hasil Muktamar Jakarta Achmad Dimyati Natakusumah berharap rencana pertemuan Romi-Djan tersebut bisa segera direalisasikan. Jika Romi tidak segera merangkul kubu Djan, sambungnya, maka kubu Djan bisa saja menempuh upaya hukum lagi dengan mengajukan peninjauan kembali (PK).

“Bagus (rencana Romi bertemu Djan Faridz). Saya berharap segera (dilakukan),” ucapnya.

Dimyati sangat berharap baik kubu Romi maupun kubu Djan bisa segera islah. Menurutnya, kedua pihak seharusnya bisa melihat apa yang akan dihadapi PPP ke depannya. Apalagi, tahun depan sudah masuk tahun politik.

Ia menilai kubu Djan baru akan bisa bersatu bila Romi mengedepankan win-win solution dalam islah tersebut. Jika tidak demikian, maka islah yang diharapkan pun tidak akan pernah terjadi. “Kalau win-win solution, (kubu Djan) pasti menerima,” tandasnya.

MA menolak kasasi yang diajukan oleh Djan Faridz dan Achmad Dimyati Natakusumah yang merupakan kepengurusan hasil Muktamar Jakarta.

Baca Juga:  Bawa 4 kg sabu ke Surabaya, sepasang kekasih dibekuk

Dalam permohonannya, keduanya meminta MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 58/B/2017/PT.TUN.JKT tanggal 5 Juni 2017. Dalam putusan PT TUN tersebut, Kepemimpinan Romahurmuziy yang dianggap sah.

Dalam permohonan kasasi, pemohon menilai putusan PT TUN dilakukan tanpa menyertakan alasan-alasan yang cukup dalam pertimbangan hukumnya. Selain itu, pertimbangan majelis dinilai salah, keliru dan tidak beralasan hukum. Dengan begitu, pemohon menilai putusan PT TUN tersebut seharusnya dibatalkan.

“Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: Partai Persatuan Pembangunan, yang diwakili H. Djan Faridz dan H.R. Achmad Dimyati Natakusumah, sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Harian DPP PPP tersebut,” bunyi amar putusan.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh pemohon tidak dapat dibenarkan. Majelis hakim pun menegaskan putusan PT TUN Jakarta sudah benar dan tidak salah menerapkan hukum, meskipun perlu ada perbaikan pertimbangan.

Adapun putusan kasasi tersebut diputus oleh Hakim Agung Yulius selaku Ketua Majelis dan Hakim Agung Yosran serta Hakim Agung Is Sudaryono yang masing-masing sebagai Anggota Majelis dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada 4 Desember 2017.@LI-13/mi