Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Myanmar perpanjang penahanan dua jurnalis Reuters
Kyaw Soe Oo saat bertemu saudaranya di pengadilan. (AFP)
ASIA

Myanmar perpanjang penahanan dua jurnalis Reuters 

LENSAINDONESIA.COM: Penahanan dua jurnalis Reuters yang meliput krisis Rohingya diperpanjang dua pekan lagi.

Pihak pemerintah menahan Wa Lone (31) dan Kyaw Soe Oo (27) selama dua pekan sejak 12 desember lalu.

Mereka ditahan setelah menemui pejabat polisi yang mengajak makan malam dan menawarkan mereka informasi di pinggiran kota Yangon.

Keduanya ditahan atas tuduhan menyediakan informasi ilegal. Reuters sendiri menyatakan bahwa keduanya bekerja sesuai dengan kode etik. Keduanya menghadapi ancaman hukuman 14 tahun penjara di bawah UU Rahasia Negara karena diduga memiliki dokumen penting yang berhubungan dengan kekerasan di Rakhine.

Pada Rabu (27/12/2017) keduanya muncul di hadapan publik untuk pertama kalinya di satu pengadilan di pinggiran Yangon, tempat mereka dipeluk kerabat yang berlinang air mata yang membantah pernah mengontak kedua pria itu.

“Mereka tidak menganiaya saya,” kata Wa Lone kepada AFP di dalam ruang sidang.

Reporter lainnya, Kyaw Soe Oo, mendesak jurnalis lain untuk berhati-hati saat menyampaikan keterangan singkat kepada AFP.

“Teman-teman jurnalis tolong hati-hati. Ini sungguh sangat mengerikan. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun,” katanya.

Hakim Ohn Myint akhirnya memperpanjang masa penahanan mereka sampai 10 Januari, menyatakan dalam sidang bahwa “interogasi masih berjalan”. Keduanya kini ditahan dipenjara di Insein di Yangon tanpa menyebut nama penjara yang dimaksud.

Baca Juga:  Pelatih Timnas Indonesia U-19 berharap China tampil menekan