LENSAINDONESIA.COM: Mengaku sebagai petugas PLN dan sanggup memindahkan dua tiang listrik, M Tohir terdakwa kasus penipuan, Kamis (28/12/2017) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda dakwaan.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejari Surabaya menjelaskan, terdakwa mendatangi rumah korban, Mochammad Romli di daerah Kapasan dengan mengaku sanggup memindahkan dua tiang listrik yang ada di depan rumah dengan biaya Rp 14 juta.

“Terdakwa datang mengenakan seragam biru dan topi merah bertuliskan PLN. Dia mendatangi rumah korban dan menawari pemindahan dua tiang listrik dengan biaya Rp 14 juta sebagai uang muka (DP) karena beresiko tinggi,” terang JPU Sukisno membacakan dakwaan.

JPU Sukisno menambahkan, atas bujuk rayu terdakwa, korban akhirnya sepakat harga yang ditawarkan dan membayar dengan ditransfer ke rekening terdakwa. “Korban sudah membayar atas kesepakatan pemindahan dua tiang listrik tersebut, namun terdakwa tidak dapat menepati janjinya,” tambahnya.

Dalam dakwaan juga terungkap, terdakwa hobby berfoya-foya di kafe dan uang hasil penipuan habis digunakan bersenang-senang di sejumlah tempat hiburan. “Uang hasil kejahatan digunakan terdakwa berfoya-foya di beberapa kafe. Di antaranya, WM cafe, Kafe Makassar dan Kafe Top One,” pungkas JPU Sukisno.

Atas kejahatannya, terdakwa didakwa pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. @rofik