LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengungkap data yang bikin siapapun miris. Dalam 2 tahun kasus narkoba yang ditangani, pelakunya kebanyakan dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Kajari Banda Aceh, Erwin Desman, mengatakan banyaknya mahasiswa terlibat penyalahgunaan narkoba diakibatkan maraknya peredaran di kalangan pelajar dan generasi muda. Bahkan menurutnya, sabu sangat mudah didapatkan di Aceh. “Perkara narkoba dari tahun 2015 hingga 2017, pelakunya kebanyakan mahasiswa atau pelajar,” terangnya, Kamis (28/12/2017).

Menurutnya, kasus yang ditangani Kejari Banda Aceh rata-rata perkara limpahan polisi dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Untuk kasus ganja tahun 2015 berjumlah 4 perkara, 2016 ada 12 perkara dan 2017 diketahui 14 perkara. Sementara kasus sabu pada tahun 2015 sebanyak 11 perkara, 2016 ada 56 perkara dan tahun 2017 naik jadi 64 perkara. “Para pelaku mengkonsumsi narkoba awalnya dari rayuan, sehingga mereka terpengaruh,” jelas Erwin.

Namun Kajari Banda Aceh ini mengklaim kasus narkoba di wilayahnya relatif lebih sedikit dibanding daerah lain, walaupun ada tren peningkatan. “Hukuman yang telah dijatuhkan baik kepada pengguna maupun pengedar rata-rata antara 5 sampai 15 tahun penjara, agar dapat dijadikan pelajaran masyarakat agar tak menyentuh narkoba,” pungkasnya. @LI-15