LENSAINDONESIA.COM: Serapan anggaran APBD Kota Surabaya jelang penutupan tahun 2017 belum mencapai target. Berdasarkan data yang didapat, serapan anggaran hanya mencapai 80 persen saja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan bertambah karena beberapa kontrak dengan pihak terkait masih sampai akhir tahun yaitu tanggal 34 Desember 2017.

“Beberapa kontrak memang belum tuntas dan rekapitulasi dihitung hingga akhir tahun,” kata Hendro Gunawan, Kamis (28/27/2017).

Lebih jauh, Hendro mengatakan sejumlah proyek yang belum selesai tersebut berkaitan dengan pembangunan fisik yang ada di Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Dinas PU, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP).

Namun demikian, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini memperkirakan tak ada proyek yang tak tuntas tahun ini. Ia memastikan, seluruh pengerjaan proyek selesai hingga akhir tahun, kecuali pembebasan lahan.

“Jadi tidak ada yang tidak selesai. Beberapa faktor memang berkaitan dengan pembebesan lahan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha menyatakan, bahwa dalam rapat Badan Anggaran dan Badan Musyawarah, pihaknya telah mendorong pemerintah kota, minimal serapan anggaran APBD berkisar 90 – 95 persen.

“Makanya, saya tak tahu alasannya apa hingga sampai 80 persen,” tanyanya.

Politisi PKB ini menilai, jika serapan sekitar 80 persen, apakah ada upaya penghematan, atau faktor lainnya. Pasalnya, jumlah dana yang tak terserap cukup besar, yakni 20 persen dari nilai APBD 2017 yang mencapai Rp 8,9 triliun.

“Padahal, kemarin disampaikan silva tak sampai Rp1 triliun. Kalau, tak mampu jabarkan, berarti anggarannya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus dikurangi. Karena tak mampu,” tegasnya.@wan