Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Australia waspadai pesawat pengebom Rusia patroli di Samudera Pasifik
Pesawat Tupolev Tu-95 milik Rusia terbang dari Biak ke perairan Samudera Pasifik. (AFP)
Australia

Australia waspadai pesawat pengebom Rusia patroli di Samudera Pasifik 

LENSAINDONESIA.COM: Militer Australia meningkatkan kewaspadaannya setelah pesawat pengebom Rusia di Pangkalan Udara di Biak, Indonesia, yang terletak di bagian timur Provinsi Papua.

Pangkalan Udara Royal Australian Air Force (RAAF) di Darwin, Australia, pun sempat meningkatkan kewaspadaan pada awal Desember ini.

Saat singgah selama lima hari, dua pesawat pengebom strategis TU-95 terbang ke arah Samudera Pasifik bagian selatan dalam misi patroli pertama mereka. Setidaknya ada 100 personel serta dua pesawat pengebom Tu-95 MS terlibat di latihan ini awal Desember.

Kepada ABC, Departemen Pertahanan Australia mengatakan Australian Defence Force (DEF) atau pasukan pertahanan Australia akan menjaga kesiagaan mereka dalam taraf sepantasnya untuk merespons keadaan yang sedang berkembang. Akan tetapi, Departemen Pertahanan Australia tidak menyebutkan aktivitas Rusia secara spesifik dalam pernyataannya.

“Tidak ada kejadian pesawat terbang asing yang tak terjadwal atau tanpa pemberitahuan yang beroperasi di wilayah udara Australia selama periode ini,” tegas Departemen Pertahanan Australia dalam menjawab isu ini, seperti dilansir ABC, Sabtu (30/12/2017).

Pakar keamanan nasional Australia, Peter Jennings mengatakan latihan itu menunjukkan Rusia inign memperluas pengaruh di dunia. “Rusia ingin jadi pemain di keamanan Pasifik dan menggunakan kekuatan militer untuk menunjukkannya,” katanya mengutip ABC.

RT, channel berita Kremlin berbahasa Inggris, melaporkan patroli udara Rusia di Samudera Pasifik terbang dari Indonesia selama kurang lebih delapan jam. Adapun pesawat Rusia terbang tak jauh dari perairan netral, kata militer Russia.

“Semua misi Angkatan Udara Rusia berdasarkan dengan hukum internasional,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam statemennya.@licom

Baca Juga:  Bendera Indonesia berkibar di Festival Spanduk Dunia di Lyon Prancis