Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ibu muda ini ajak balitanya layani pria hidung belang di hotel
Tersangka mucikari prostitusi online diapit Kanit PPA AKP Ruth Yeni dan Kompol Lily Djafar (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

Ibu muda ini ajak balitanya layani pria hidung belang di hotel 

LENSAINDONESIA.COM: Ahmad Jauhari (24) dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya lantaran tega menjual temannya sendiri, Syamsiah (28) warga Sedati Sidoarjo, kepada pria hidung belang penikmat ‘cinta satu malam’ dalam bisnis prostitusi online.

Modus yang dilakukan tersangka asal Tropodo, Sidoarjo ini terbilang cukup umum. Yaitu menjajakan korbannya ke grup Facebook bernama Birunya Cinta Purel online Surabaya Sidoarjo dan Mojokerto.

Di grup Facebook itu pelaku menuliskan status di berandanya yang bertuliskan ‘Bantu teman booking out’. Dari postingan itu ternyata ada tamu yang menawar, sehingga obrolan dilanjutkan melalui pesan inboks. Setelah itu berlanjut ke kesepakatan tarif Rp 250 ribu dan janjian ketemu di Hotel Cleo Jl Jemursari, Surabaya.

“Lebih parahnya lagi, saat datang ke hotel, korban juga membawa anak perempuannya yang baru berusia 2,5 tahun,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar, Rabu (3/1/2018).

Petugas PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya yang mengendus modus prostitusi online ini akhirnya melakukan penggerebekan dan mendapatkan sejumlah barang bukti, yaitu uang Rp 250 ribu dan 1 ponsel Andromax hitam. “Pelaku yang saat itu selesai mengantarkan korban ke tamunya langsung kami gelandang ke Mapolrestabes Surabaya beserta korbannya,” tambah Kompol Lily.

Dalam pemeriksaan polisi, Jawari mengaku uang kesepakatan Rp 250 ribu yang diberikan tamunya itu dibagi. Yang Rp 200 ribu diberikan ke korban dan Rp 50 ribu digunakannya sebagai uang transport. “Saya hanya bantu dia (korban) saja pak,” aku pria yang bekerja sebagai pegawai toko ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO, Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun 4 bulan penjara. @nanda

Baca Juga:  BJ Habibie wafat, Gubernur Khofifah ajak warga Jatim kirim doa