Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gubernur Jatim launching pengoperasian angkutan online berbasis aplikasi
Gubernur Jawa Timur soekarwo melaunching angkutan sewa khusus online berbasis aplikasi di halaman Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (05/01/2018). FOTO: Sarifa-lensaindonesia.com
HEADLINE PROOTONOMI

Gubernur Jatim launching pengoperasian angkutan online berbasis aplikasi 

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Soekarwo me-launching pengoperasian 113 kendaraan sewa khusus (online) di Halaman Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (05/01/2018).

Pengoperasian 113 angkutan sewa berbasis aplikasi ini dilakukan sebab telah resmi mengantongi izin dari Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jatim.

Soekarwo mengatakan, untuk saat ini angkutan sewa khusus roda empat yang sudah mendapatkan izin resmi baru sebanyak 113 kendaraan (armada).

“Bagaimanapun teknologi adalah hal yang tidak mungkin kita hindari. Jadi peresmian ini sebagai bentuk pemerintah memfasilitasi hal ini,” jelasnya usai acara launching.

Pakde Karwo (sapaan akrab gubernur) menjelaskan bagaimana proses perumusan hingga menemukan titik akhir. Setelah tiga kali pembahasan di Grahadi, akhirnya disepakati peraturan terakhir yang tentunya menyerap aspirasi masyarakat online dan non online.

Dalam setiap perumusan termasuk Pergub, dua pihak ini juga selalu dilibatkan. Menurutnya peresmian ini sebagai manifestasi titik akhir dari semua kesepakatan dan kerukunan antara angkutan online dan non online/konvensional.

“Proses ini menggambarkan bahwa antara online dan non online pandangan hidupnya sama, yakni ingin berdampingan secara damai dan saling kompromi mencari titik tengah, ini patut dihargai,” terangnya.

Pemerintahan yang baik, lanjutnya, tak bisa membiarkan yang kalah itu mati sehingga bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) yang diberikan oleh perusahaan angkutan online sebagai bentuk kegotongroyongan dan kepedulian terhadap yang kecil.

“Budaya tanding seperti demonstrasi itu melelahkan. Kita tidak membutuhkan budaya tanding tapi kebersamaan,” cetus orang nomor satu di Jatim ini.

Berdasarkan Pergub Jatim Nomor 188/375/KPTS/103/2017, kuota angkutan sewa khusus di Jatim berjumlah 4.445 kendaraan meliputi wilayah Gerbangkertasusila (Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan) sebanyak 3.000 kendaraan dan Malang Raya sebanyak 225 kendaraan.

Pembatasan kuota ini dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan online tersebut agar tidak bangkrut.

“Bila kuota bertambah akan bangkrut, karena demand dan supply tidak sesuai, jadi ini tugas pemerintah untuk mengatur agar kehidupan masyarakat teratur,” imbuh Pakde Karwo.

Ditambahkan, berdasarkan data perkembangan proses izin hingga 03 Januari 2018 di Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, terdapat 9 perusahaan yang telah memperoleh ijin dari 31 perusahaan yg mengajukan, dengan jumlah persetujuan prinsip terhadap kendaraan sebanyak 2.418 unit kendaraan. Sedangkan yang sudah memperoleh izin operasional sebanyak 113 kendaraan.

Untuk wilayah operasi angkutan sewa khusus ini dibagi menjadi delapan wilayah sesuai Perda Jatim nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. Delapan wilayah ini meliputi Germakertosusila Plus, Malang Raya, Madiun dan sekitarnya, serta Kediri dan sekitarnya. Juga, Probolinggo-Lumajang, Blitar, Jember dan sekitarnya dan Banyuwangi.

Mengenai tarif kendaraan online ini, tambahnya, mengacu pada Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK.3244/AJ.801/DJPD/2017 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Angkutan Sewa Khusus. Dalam peraturan tersebut telah ditentukan besaran tarif angkutan sewa khusus di Jatim adalah Rp. 6.000; per km batas atas dan Rp. 3.500; per km batas bawah.@sarifa