Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Tim Anti bandit Polres Gowa ciduk 5 pelaku pengeroyokan dan pembakar motor
AKBP Shinto Silitonga mendegarkan pengakuan tersangka pengeroyokan (rofik)
HEADLINE PROOTONOMI

Tim Anti bandit Polres Gowa ciduk 5 pelaku pengeroyokan dan pembakar motor 

LENSAINDONESIA.COM: Tim Anti Bandit Sat Reskrim Polres Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (5/1/2018) dini hari, membekuk 5 tersangka pengeroyokan dan pembakaran terhadap dua pengendara motor.

Kelima tersangka yang semuanya warga Plantikang Sombaopu itu adalah MI alias Jibang (17), WY alias Ono (23), LH alias Akim (23), FD alias Daus (25) dan KSR alias Isar (30).

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, Tim Anti Bandit bergerak cepat menindaklanjuti aksi main hakim sendiri oleh sekelompok remaja dengan cara membakar motor Yamaha Jupiter Z Hijau DD 4187 BV yang dikendarai MF (16) dan RZ (15) di Jl Plantikang, Kamis (4/1/2018).

“Saat kedua korban hendak pulang ke rumahnya dan melintas di Jl Plantikang, sekitar pukul 22.00 WITA, dihadang 5 tersangka tersangka yang kemudian melakukan pemukulan,” terang Shinto.

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini juga menjelaskan, selain melakukan pengeroyokan, para tersangka ini juga membakar motor korban. “Tersangka ternyata sudah menyiapkan thinner yang digunakan membakar motor korban,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penyidikan diketahui motif para pelaku main hakim sendiri adalah karena keluarga salah satu pelaku diganggu teman korban dengan mengirim pesan yang melanggar asusila melalui Facebook. “Prinsipnya Polres Gowa tidak akan membiarkan masyarakat main hakim sendiri, itu sama saja dengan premanisme. Bila ada akar masalah agar dilaporkan dan kami pun akan melakukan penegakan hukum yang tegas kepada pelaku yang mengirimkan pesan asusila kepada keluarga pelaku karena melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegas AKBP Shinto Silitonga.

Tim Anti Bandit juga telah melakukan penyitaan terhadap motor Yamaha yang dibakar pelaku dan 1 botol thinner yang digunakan untuk bahan membakar. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan diancam pidana 12 tahun penjara. @rofik

Baca Juga:  Upacara HUT Kemerdekaan, Risma sampaikan cara Surabaya siapkan SDM unggul