LENSAINDONESIA.COM: Sutradara video porno bocah, Muhamad Faisal Akbar (32) mengaku membuat video porno karena ada pesanan dari seseorang berinisial R yang mengaku sebagai warga negara (WN) Rusia. Sukses membuat video tak bermoarl antara bocah lelaki dengan perempuan dewasa membuatnya diupah Rp31 juta.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Senin (8/1/2018) mengatakan Faisal mengenal WN Rusia itu dari grup Facebook. Pelaku memposting foto seorang anak dan perempuan dewasa seolah-olah tengah beradegan mesum. Postingan ini mendapat respon member grup Facebook yang berujung pada pemesanan video tak bermoral tersebut.

“Lalu dia diminta, bisa nggak bikin yang riil,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto.

Faisal lalu meminta kenalan perempuan berinisial I (DPO) untuk mencari perempuan yang mau ikut terlibat. Lalu bertemulah dengan A alias Intan, seorang pemandu lagu di tempat karaoke di Bandung. Intan lalu mencari korban bocah lelaki berinisial DN dan berusia 9 tahun.

Setelah itu, Faisal menyewa kamar di hotel di kawasan Kiaracondong pada Mei 2017. Korban DN sempat merengek enggan direkam. Perempuan dalam video itu lalu menelepon ibu kandung korban berinisal S, yang belakangan mengajak bocah lain berinisial SP yang berusia 11 tahun. Jadi adegan tak senonoh yang dilakukan di hotel Jalan Supratman itu dilakukan oleh dua bocah dan satu perempuan.

“Video itu kemudian dikirim pelaku ke pemesan menggunakan media sosial Telegram. Pelaku mendapat bayaran sebesar 16 juta rupiah,” tutur Agung.

Faisal tak berhenti di satu video. Ia ketagihan hingga membuat video seks bocah lainnya. Video yang dibuat pada Agustus itu dilakoni seorang bocah RD dengan satu perempuan berinisial IO alias Imel.

Agung menuturkan Faisal mematok harga berbeda dari setiap konten porno tersebut. Untuk foto, Faisal mendapat imbalan Rp 6 juta. Video dengan peran dua bocah dihargai Rp 16 juta. Sedangkan di video lain, ia mendapat bayaran Rp 9 juta”Totalnya Rp 31 juta,” kata Agung.

Tiga bocah yang terlibat DN (9) mendapat bayaran Rp 300 ribu, SP mendapat upah Rp 100 ribu. Sedangkan pemeran bocah dalam video lainnya berinisial RD mendapat bayaran Rp 500 ribu.

Selain pemeran yang ada dalam video, Faisal juga turut memberikan uang kepada ibu kandung korban. Masing-masing mendapat bayaran Rp 500 ribu. Untuk perempuan A (Intan) dibayar Rp 1 juta. Sedangkan perempuan satu lagi inisial I (Imel) dibayar Rp 1,5 juta.
@dc/licom