LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berharap Fraksi Partai Golkar segera memutuskan ketua DPR definitif dengan menyerahkan surat pergantian ketua DPR Setya Novanto.

Menurut Fahri, tak baik jika kursi ketua DPR terlalu lama dijabat pelaksana tugas (plt). Karena belum menerima surat pergantian ketua DPR, sehingga rapat Paripurna hari ini tidak membahas maupun melantik Ketua DPR baru.

“Surat belum masuk. Tentu kami tetap akan rapat pimpinan (rapim) untuk menyampaikan kembali pesan bahwa memang sebaiknya Ketua DPR itu tidak boleh terlalu lama di Plt. Karena akan banyak sekali hal-hal yang harus disepakati dan dibahas dengan komposisi kepemimpinan tentunya dipimpin oleh Ketua DPR yang baru,” kata Fahri Hamzah, di DPR RI Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, apabila surat pergantian itu sudah diterima pihaknya, maka dilaksanakan rapim dengan mengundang Badan Musyawarah (Bamus).

“Setelah itu baru Paripurna dan mengundang Ketua Mahkamah Agung (MA) untuk melantik Ketua DPR yang baru,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPP Golkar Zainuddin Amali mengatakan pergantian Ketua DPR dari fraksinya dilakukan setelah revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Khususnya penambahan kursi pimpinan DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP).

“Revisi UU MD3 itu kan hanya satu pasal saja tentang perubahan pimpinan.‎ Misalkan minggu ini diselesaikan revisi MD3, maka diharapkan minggu depan ada Ketua DPR yang baru,” ungkapnya.

Menurut Ketua Komisi II DPR ini, revisi UU MD3 ini sudah tidak perlu lobi-lobi dengan pemerintah. Sebab, Amali mengklaim seluruh fraksi di DPR sudah sepakat revisi UU MD3 hanya mengatur penambahan kursi pimpinan DPR yang diberikan kepada PDIP.

“Sehingga menurut saya itu tidak memerlukan waktu yang lama, kalau kita semua memegang kesepakatan di awal itu,” tandasnya.

Meski masih menunggu revisi UU MD3 selesai dibahas dan disahkan menjadi UU, Zainudin Amali menyebut Airlangga Hartarto sudah mengantongi nama Ketua DPR yang baru.

“Ketum Pak Airlangga Hartarto hari-hari ini pasti beliau sudah melihat di antara 90 orang Fraksi Partai Golkar, dan saya meyakini Pak Airlangga Hartarto sudah ada nama di kantong beliau,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amali menjelaskan, Airlangga bukan orang baru di DPR. Menteri Perindustrian itu pernah tiga periode di DPR, sehingga dipastikan tahu mana anggota Dewan di fraksi beringin yang mumpuni mengemban tugas sebagai Ketua DPR.

“Sangat tahu karakter kita masing-masing, kapasitas kita masing-masing, dan apa yang dibutuhkan oleh DPR sekarang ini,” tuturnya.

Dia juga menyebut bursa calon Ketua DPR masih sama, yakni Ketua Komisi III Bambang Soesatyo, Ketua Badan Anggaran (Banggar) Azis Syamsuddin, dan Sekretaris Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita. Soal kriteria, Amali yakin ‎Airlangga akan menimbang sosok yang berprestasi, berdedikasi, loyal, dan tidak tercela. “(Kriteria bersih-red) pasti sudah masuk pertimbangan Pak Airlangga,” pungkasnya.@putera