Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Seiring perkembangan digital di tanah air, kini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  juga mulai merambah pada pengembangan bisnisnya ke arah teknologi digital di tahun 2018 ini.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Suprajarto menyampaikan, BRI berencana mengefisiensi beberapa item biaya pengembangan bisnis mengarah pada fokus pengembangan teknologi secara digital dalam proses pembiayaan kredit atau pun non-kredit.

“Terkait biaya, BRI bakal mengefisiensi seiring implementasi Digital Processing untuk kredit dan non kredit,” ucap Suprajarto dilansir dari Bisnis, Senin (08/01/2018).

Ia menambahkan, dngan pengembangan teknologi digitalisasi diharapkan mampu memangkas waktu dalam proses pencairan kredit maupun non-kredit yang sebelumnya menghabiskan waktu sekitar tujuh hari.

Selain itu, lanjut Suprajarto, hingga kini bank berkode emiten BBRI itu juga sudah mengembangkan sejumlah teknologi digital lainnya melalui teknologi pembayaran berbasis aplikasi yakni BRI-Powered by Payfazz dirilis September lalu.

BRI juga menggenjot pengembangan digital banking dan mobile banking gunamendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based income).@Bis,Eld-Licom