LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur resmi menetapkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) di Pilgub Jawa Timur 2018.

Setelah menerima berkas pendaftaran yang diserahkan langsung oleh Tim Pemenangan Khofifah-Emil kepada lima komisioner KPU Jatim, tim verifikasi KPU langsung meneliti kelengkapan berkasnya.

Hasilnya KPU Jatim menetapkan seluruh berkas administrasi yang telah diterima memenuhi persyaratan. Meski demikian, ada hal yang sempat mengganjal pasangan ini untuk dinyatakan sah memenuhi syarat yaitu ketidakhadiran pimpinan parpol pendukung.

Dari sebanyak tujuh parpol pendukung yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, PPP, PAN ditambah PKPI, ada dua parpol yang tak menghadirkan ketuanya, yakni Partai Golkar dan Partai NasDem. Sementara satu lagi, DPD Partai Hanura Jatim hanya dihadiri oleh ketuanya tanpa sekretaris.

Dari ketiga parpol yang pimpinannya tak lengkap itu, KPU Jatim bersama Bawaslu Jatim hanya menyatakan Partai NasDem
yang tidak memenuhi persyaratan karena tak dilengkapi surat pendukung dari pihak yang bersangkutan.

“Berkas pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak ini secara keseluruhan sudah memenuhi persayaratan dan lengkap, tapi kami belum bisa memberikan tanda terima (bukti sahnya pendaftaran). Bawaslu Jatim meminta surat resmi dari Partai NasDem,” kata Ketua KPU Jatim Eko Sasmito di Kantor KPU Jatim, Rabu (10/1/2018).

Namun tak berselang lama, tim Khofifah-Emil bisa menunjukkan surat keterangan pendukung kebenaran atas tidak hadirnya Ketua DPW Partai NasDem Jatim sekaligus Bupati Malang Rendra Kresna karena keperluan kedinasan di Jakarta.

“Pendaftaran pasangan Khofifah-Emil sudah sah, surat keterangan atas ketidakhadiran ketua NasDem (Rendra Kresna) sudah kami terima langsung dari Sekretariat Kabupaten Malang yang menyatakan ketidakhadiran beliau karena ada tugas kedinasan ke Jakarta,” ujar Anggota Bawaslu Jatim Aan Kunaifi.

Usai mendaftar, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari parpol ini. “Tentu saja dukungan ini menjadikan saya dan Mas Emil semakin optimistis bisa memenangkan kontestasi politik lima tahunan ini. Insya Allah,” ditemui usai pendaftaran tadi.

Khofifah yang juga Menteri Sosial ini mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukungnya bersama Emil Dardak maju di Pilgub kali ini.

“Alhamdulillah dukungan kepada kami terus mengalir. Dengan mengucapkan Bismillah, kami juga memohon doa restu dari seluruh masyarakat Jawa Timur semoga semua proses berjalan lancar, aman dan damai,” imbuh Khofifah.

Pilkada, kata Khofifah, bukan sekedar suksesi kepemimpinan namun juga ajang pendidikan politik bagi rakyat. Oleh karena itu, Ia berharap Pilkada di Jawa Timur bisa berjalan demokratis sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang benar-benar berkualitas dan berintegritas.

Khofifah menginginkan, Pilkada Serentak yang juga dilaksanakan di Jawa Timur bisa diikuti oleh seluruh warga Jatim. Tidak ada satupun warga negara yang terciderai hak konstitusionalnya. Tahun 2018, Pilkada Serentak dilaksanakan di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

“Besar harapan kami proses demokrasi di Jawa Timur bisa berjalan dengan baik dan aman tanpa dinodai oleh aksi maupun tindakan tercela lainnya yang dapat merusak esensi demokrasi itu sendiri,” harapnya.

Ditambahkan, Emil Dardak meyakini jika duet dirinya bersama Khofifah Indar Parawansa mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur.

“Insya Allah kami mampu dan sanggup melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Jawa Timur,” tukas Bupati Trenggalek ini.@sarifa