(kiri) CEO Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra. bersama Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil usai penandatanganan MoU program sertifikasi tanah atas aset Pelindo III di Jakarta, Rabu (10/02/2018). Foto-ist
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pelindo III bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) terkait program sertifikasi tanah (PST).

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung Program Reformasi Agraria yang dicanangkan Pemerintah. Penandatangan tersebut dilakukan oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil dan CEO Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra.

“Kami sangat komit mendukung program pemerintah di bidang reformasi agraria. Sebagaimana Presiden Joko Widodo telah menargetkan 7 juta sertifikat di tahun 2018 diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN,” ujar Ari Askhara usai penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Rabu (10/01/2018).

Ari Askhara menambahkan, kesepakatan tersebut sebagai bentuk jaminan kepastian dan perlindungan hukum dalam pengusahaan tanah di wilayah Pelindo III.

“Tak hanya itu, kesepakatan ini juga sebagai bentuk dukungan Pelindo III dalam rangka percepatan pencapaian program strategis Kementerian ATR/BPN dalam hal pensertifikatan aset tanah masyarakat,” tandas Ari.

Sementara itu, Commercial and Operational Director Pelindo III, Mohammad Iqbal juga menegaskan, sertifikasi aset tanah tersebut diharapkan mampu mengoptimalisasi pemanfaatan aset perusahaan Pelindo III yang tengah gencar melakukan diversifikasi bisnis, khususnya di sektor properti, bisnis kepelabuhanan dan pariwisata bahari.

“Selain itu, pasca sertifikasi akan Pelindo III akan mencatatkan peningkatan aset yang mampu mendongkrak valuasi perusahaan di pasar global. Sehingga bisa membawa sentimen positif pada aksi korporasi untuk peningkatan nilai investasi tentunya, ” ujar Iqbal.

Kedepannya, Pelindo III berencana mengembangkan 11 proyek strategis diantaranya Pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik. Juga penyediaan pasokan listrik, dengan membangun Terminal LNG di Pelabuhan Benoa Bali dan PLTMG di Terminal Teluk Lamong berikut mengejar target pemerintah guna mendatangkan kunjungan 20 juta wisatawan, melalui pembangunan terminal penumpang kapal pesiar dan kompleks marina bertaraf internasional di Bali dan Banyuwangi.@Rel-Licom

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here