Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Partai NasDem Jatim, Rendra Kresna mengaku sangat kecewa terhadap ulah Ketua DPD NasDem Kota Malang, M Fadli. Sebab, saat Paslon yang diusung mendaftar ke KPU Kota Malang, M Fadli menghilang. Sehingga, NasDem tercoret sebagai pengusung Yaqud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (MeNaWan).

“Benar saya sangat kecewa berat. Itu bukan watak kader dari NasDem. Kami benar-benar minta maaf pada Nanda-Wanedi,” kata Rendra Kresna, Kamis (11/1/2018).

Sebagaimana diketahui, ada lima Parpol yang mendeklarasikan diri mengusung pasangan calon (Paslon) MeNaWan di Jalan Simpang Balapan. Di antaranya PDIP, Hanura, PAN, PPP dan NasDem.

Namun, saat Paslon MeNaWan mendaftarkan diri ke KPU, Ketua DPD NasDem Kota Malang, M Fadli tak hadir. Tidak jelas alasannya, karena tak ada keterangan.

Makanya, kata Rendra, semua pihak mempertanyakan apa alasannya tak hadir di acara yang dinilai sangat penting itu. Menurut Rendra yang juga Bupati Malang ini, apa pun alasannya tak bisa dimaklumi, apalagi dibenarkan.

Makanya dia berjanji akan menindaklanjuti kasus M Fadli tersebut. Sebab, bagi kader yang tak menjalankan kebijakan Partai. NasDem ada sanksinya tersendiri.

“Kalau soal sanksi saya yakin pasti ada. Sanksi terberatnya bisa pemecatan,” tandas Rendra Kresna yang mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang itu. @aji_drq

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here