Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hadapi situasi seperti Ahok? Perhatikan lima hal ini supaya tak bangkrut
TERKINI

Hadapi situasi seperti Ahok? Perhatikan lima hal ini supaya tak bangkrut 

LENSAINDONESIA.COM: Awal pekan ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan perceraian Basukitak Tjahaja Purnama-Veronica Tan.

Perceraian bukanlah hal yang diinginkan tiap pasangan. Tak hanya luka batin, namun perceraian juga bisa membuat kondisi finansial menjadi berantakan.

Oleh karena itu, pertimbangkan 5 hal ini agar perceraian tak membuat kita bangkrut, dikutip dari HaloMoney.

1. Harta Gono-Gini

Pembagian harta bersama biasanya menjadi hal pelik karena ada anggapan semuanya harus dibagi rata. Memang selama tak ada perjanjian pranikah, harta yang diperoleh selama menikah jadi harta bersama.

Tapi menurut UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, yang bukan termasuk harta gono-gini ada dua. Pertama, harta bawaan yang sudah dimiliki suami atau istri sebelum menikah. Kedua, harta perolehan yaitu harta milik suami atau istri setelah menikah dari hibah, wasiat, atau warisan.

Buatlah daftar aset mana saja yang memang aset bawaan sebelum menikah dan mana harta ketika menikah.

Dokumentasi aset termasuk kuitansi pembelian atau akta kepemilikan. Aset misalnya, dana di rekening bank, aset investasi reksadana, obligasi, saham, deposito, juga asuransi jiwa, dan lain sebagainya.

2. Permasalahan utang

Banyak pasangan suami istri yang ketika masih di dalam satu ikatan pernikahan, mengambil utang atau kredit bersama. Misalnya, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit properti lain, kredit mobil, dan lain sebagainya.

Sebagaimana harta, apabila pasangan suami istri tidak memiliki perjanjian pra nikah pemisahan harta, tanggungan utang pun menjadi tanggungan bersama. Jadi, kendati bercerai, utang yang diambil tetap akan menjadi beban kedua belah pihak.

Oleh karena itu, perlu ada kesepakatan pengurusan utang bersama. Pilihannya, apakah akan dilunasi lalu kelak dijual dan hasilnya dibagi dua. Atau, apakah akan tetap dilanjutkan saja pembayaran cicilan sesuai porsi masing-masing.

Baca Juga:  Tak diundang fit and proper tes Bacawali Surabaya, Whisnu Sakti: Saya kan yang menguji

3. Tunjangan anak

Perceraian dan harta gono gini tidak menggugurkan kewajiban ayah membiayai kebutuhan anak, selama dia mampu. Walau sudah diatur oleh undang-undang, ada baiknya sang istri membuat perjanjian lagi untuk mempertegas kewajiban suami terkait tunjangan anak.

Kalau kesepakatannya adalah tunjangan anak ditanggung berdua, pembagian kewajiban harus detail agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Perjelas perjanjian, bagian kewajiban mantan istri dan mantan suami, daftar kebutuhan anak yang harus ditanggung, lalu pengelolaan dana tunjangan.

Semisal sudah ada investasi yang berjalan untuk kebutuhan anak, seperti reksadana untuk dana pendidikan, teruskan saja. Tinggal disepakati siapa yang akan melanjutkan kelanjutan investasi.

4. Biaya pengurusan perceraian

Perceraian itu tidak murah. Bila kamu saat ini tengah menimbang untuk bercerai, kamu harus memikirkan pula persiapan biaya mengurus perkara. Daftar biayanya antara lain, honor pengacara, biaya pengadilan, biaya akuntan dan notaris bila memang dibutuhkan ataupun divorce planner.


5. Bekal finansial pasca cerai

Konsekuensi finansial perceraian adalah bekal keuangan kelak setelah palu hakim menyetujui perceraian. Kondisi keuangan akan berubah drastis, dari yang semula joint income atau berpenghasilan bersama dan kini menjadi lajang lagi.

Situasi akan lebih pelik bagi wanita yang selama menikah dan berstatus istri tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan sendiri.

Supaya tidak jatuh miskin pasca cerai, lebih baik dari jauh-jauh hari menyiapkan “sekoci”, misalnya merintis bisnis online shop sebagai pegangan. Cara lain adalah menyesuaikan gaya hidup pasca bercerai.