(kiri) Menaker Hanif Dhakiri berjabat tangan dengan Director of Human Capital and General Affair Pelindo III, Toto Heli Yanto (kanan) saat memberikan penghargaan terkait penerapan K3 di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (12/01/2018). Foto-ist
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan penghargaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2018 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/01/2018).

Kali ini, Pelindo III memborong 7 penghargaan sekaligus tahun ini. Entitas grup BUMN kepelabuhanan ini yang meraih penghargaan yaitu, Penghargaan Zero Accident untuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Gresik, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dan juga unit Kantor Pusat Pelindo III. Lalu Penghargaan Penerapan SMK3 untuk Pelabuhan Gresik dan TPS. Kemudian yang terakhir yaitu Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/Aids (P2HIV/Aids) yang diterima oleh PT Pelindo Husada Citra, pengelola Rumah Sakit PHC Surabaya.

Menaker Hanif Dhakiri mengatakan, data BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus dan setahun berikutnya berkurang menjadi 105.182 kasus atau menurun 4,6%.

“Hingga Agustus tahun 2017, ada sebanyak 80.392 kasus (tren terus berkurang). Salah satu penyebab kecelakaan kerja tersebut diantaranya belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 di tempat kerja,” paparnya.

Hanif menambahkan, pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur, antara lain fasilitas transportasi baik udara, darat, maupun laut, serta sarana dan prasarana penunjangnya.

“Program pembangunan tersebut harus didukung dengan penerapan K3 agar pelaksanaanya tak terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Upaya pencegahan yang paling tepat tiada lain menerapkan SMK3 (Sistem Manajemen K3),” tandasnya.

Sementara itu, Director of Human Capital and General Affair Pelindo III, Toto Heli Yanto, pada kesempatan yang sama, membenarkan pentingnya penerapan SMK3.

“Sebab penerapan SMK3 pada perusahaan tak hanya menjamin keselamatan tenaga kerja, namun juga peralatan, aset, dan sumber produksi. Agar lebih efektif penerapannya, Pelindo III memiliki Peraturan Direksi tentang Pedoman K3 sebagai komitmen manajemen untuk memastikan Tata Kelola K3 yang dijalankan dengan tegas dan zero tolerance,” ujar Toto.

Toto menegaskan, Pelindo III mensyukuri penghargaan-penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus aktif mengkampanyekan dan mendorong implementasi SMK3. Ini jadi tantangan, sebab di lingkungan pelabuhan melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari birokrasi, mitra kerja, hingga pengguna jasa yang tak hanya domestik, namun juga datang dari luar negeri.

“Penerapan SMK3 di TPS sudah berstandar internasional sebab menjadi gerbang ekspor-impor Indonesia timur. Untuk di Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik, Pelindo III berinovasi dengan mendirikan klinik K3 unik dengan bangunan menggunakan peti kemas,” tutur Toto.

Untuk RS PHC, sudah memiliki kebijakan Program P2HIV/Aids, mulai dari mengedukasi tenaga medis dan karyawan, menyiapkan prosedur K3 pencegahan penularan, hingga mekanisme evaluasi. Untuk sosialisasi bahaya HIV/Aids juga sudah diterapkan kepada masyarakat sekitar pelabuhan sebagai bentuk kepedulian.

“Oleh Pelindo III, penerapan SMK3 dipandang sebagai tanggung jawab moral perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingannya,” pungkas Toto.@Rel-Licom

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here