Ilustrasi kompetisi memperebutkan kursi kepala daerah.
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik dari Indonesian Public Institute , Karyono Wibowo memprediksi, dua kandidat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak akan bersaing ketat.

Diprediksi, dengan hadirnya sosok Puti yang juga cucu Presiden RI pertama, Soekarno akan memperkuat posisi Gus Ipul sapaan akrab Saifullah yang merupakan cicit Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Bisri Syansury di Pilkada Jatim tahun ini.

“Hadirnya Mbak Puti akan memperkuat figur Saifullah Yusuf untuk meraup dukungan pemilih di Jawa Timur yang sebagian besar adalah kaum Nahdliyin karena Gus Ipul berasal dari keturunan darah biru di NU”, ujar Karyono di Jakarta, Jum’at (11/1/2018).

Sosok Puti, lanjut Karyono yang juga Direktur Strategi Indo Survey ini ibarat suplemen penambah energi bagi Gus Ipul untuk meningkatkan dukungan pemilih baik dari kalangan nahdliyin dan nasionalis. Apalagi Gus Ipul dan merupakan representasi sekaligus menjadi simbul dari dua kekuatan politik dan kultural terbesar yang ada di Jawa Timur. Keduanya memiliki magnet politik yang cukup kuat karena Gus Ipul cicit pendiri NU, sedangkan Puti merupakan cucu pendiri bangsa yakni Soekarno sang proklamator yang lahir di Surabaya dan tempat peristirahatan terakhir pun di Kota Blitar Jawa Timur, sehingga nama Soekarno sangat berpengaruh dan melekat di masyarakat Jawa Timur.

“Hadirnya Mbak Puti akan menjadi perekat dan membuat kelompok nasionalis terkonsolidasi (cepat menyatu),” sambungnya.

Menurutnya, pasangan Gus Ipul-Puti merupakan kolaborasi unsur Nahdliyin dan kalangan nasionalis. Puti Guntur Soekarno adalah juga anggota DPR RI Periode 2009-2014 dan 2014-2019.

“Kedua tokoh itu adalah tokoh bangsa (orang tua mereka), pasangan ini klop, satu Nahdliyin dan satunya reprentasi kelompok nasionalis, meski tak dipungkiri suara NU terbelah karena faktor Khofifah sebagai Ketua Umum Muslimat NU,” paparnya.

Setelah PDIP, PKB berkoalisi serta Gerindra dan PKS ini, menurutnya, sejauh mana mesin politik ini bekerja keras berkompetisi dengan tim Khofifah-Emil Dardak yang didukung oleh koalisi Partai Golkar, Demokrat, Hanura, Nasdem, PPP, PAN. Emil Dardak adalah Bupati Trenggalek yang saat ini memperkuat posisi Khofifah yang sebelumnya juga pernah maju sebagai Calon Gubernur Jatim.

Jika dilihat dari perolehan pengusung calon Khofifah Indar Parawangsa-Emil Dardak, yakni Partai Demokrat 13 kursi, Golkar 11 kursi, PAN 7 kursi PPP 5 Kursi, NASDEM 4 kursi, Hanura 2 kursi, dan ditambah PKPI. Yakni total 42 persen.

Sementara, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yakni PKB memiliki 20 kursi, PDIP 19 kursi, PKS 6 kurai dan Gerindra 13 kursi. Jadi total suara 58 persen.

Kendati demikian, angka ini tidak menjadi jaminan, karena harus dibuktikan seberapa canggih dari kedua tim pemenangan pasangan calon masing-masing dalam melakukan pengelolaan isu, kampanye dan konsolidasi secara masif ke masyarakat Jawa Timur.@licom

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here