Warga Palestina demo dihadang tentara Israel
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sedikitnya 180 warga Palestina mengalami luka-luka akibat bentrok dengan tentara Israel, saat demo menentang pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pada Jumat (12/1/2018) waktu setempat, ratusan warga Palestina terlibat bentrok dengan tentara Israel di wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Diberitakan media Iran, Press TV, Sabtu (13/1/2018), dalam aksi demo yang berujung bentrokan itu, ratusan warga Palestina mendekati pagar perbatasan lalu melempari tentara Israel dengan batu yang dibalas dengan tembakan gas air mata.

Di Tepi Barat, sejumlah demonstran melemparkan batu dan membakar ban saat berunjuk rasa memprotes keputusan Donald Trump soal Yerusalem. Tentara Israel membalasnya dengan tembakan gas air mata dan melemparkan granat setrum.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, ada sekitar 180 demonstran Palestina terluka dalam bentrokan di Jalur Gaza dan Tepi Barat tersebut.

Sebelumnya pada 6 Desember 2017, Donald Trump mengumumkan keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Trump juga menyampaikan rencana pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sikap Donald Trump itu memicu kemarahan berbagai negara Muslim dan keprihatinan di kalangan sekutu-sekutu Eropa serta Rusia. Buntutnya, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi mengecam keputusan itu dan segera dilakukan pencabutan. @LI-15