Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Malang HM Anton menargetkan perolehan pajak daerah Rp 1 triliun.

Angka tersebut dinilai realistis sebab hasil kerja Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) selalu melampaui target.

Meski tahun 2017 lalu perolehan pajak BP2D Kota Malang tak sampai 100 persen, namun jumlah tersebut telah melampaui target hingga 117 persen.

Itu mengingat  BP2D dibawah komando Ade Herawanto ini awalnya hanya ditarget Rp 315 miliar. Lewat APBD perubahan dinaikkan menjadi Rp 352,5 miliar.

Target tersebut dilewati dengan mudah. Buktinya sampai tutup tahun buku OPD yang sebelumnya bernama Dispenda Kota Malang ini berhasil menarik pajak daerah hingga Rp 414 miliar atau surplus Rp 99 miliar.

Sebab itulah Wali Kota Malang HM Anton menargetkan penerimaan pajak daerah bisa menyentuh Rp1 triliun pada tahun selanjutnya. “Itu bisa dilakukan lewat berbagai langkah intensifikasi dan ekstensifikasi,”  kata dia, Jumat (12/01/2018).

Dia menjelaskan bahwa penerimaan pajak daerah harus digenjot untuk membiayai pembangunan daerah. Sehingga tidak bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Untuk itu dia meminta agar BP2D melakukan pendataan ulang potensi pajak daerah. Sehingga perolehan pendapatan asli daerah meningkat lagi.

Karena itu dia menargetkan, realisasi penerimaan pajak sebesar Rp1 triliun bisa dicapai. Setidaknya kata dia  pada awal periode ke dua kepemimpinannya, jika terpilih lagi  menjadi Wali Kota Malang periode 2018-2013 pada Pilkada 2018.@aji_drq

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here