Vera, salah satu purel Kafe Breakshot yang sempat diciduk namun akhirnya dilepas polisi karena tak cukup bukti
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kasus dilepasnya Purel, Mami dan Kapten Kafe Breakshot Jl Kenjeran 432, menyisakan banyak teka-teki. Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersikukuh tak menemukan bukti dan hasil tes medis mereka urinenya negatif dari narkoba. Namun info yang berkembang, mereka yang dilepas sering sekali pesta sabu dan dugem di sebuah diskotek di pusat kota Surabaya.

Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Redik menegaskan bahwa karyawan Kafe Breakshot itu dilepas karena pihaknya tak menemukan barang bukti narkoba saat melakukan penggeledahan. Ditambah hasil tes medis menyebutkan urine mereka negatif dari narkoba. “Kami melakukan tes medis di bagian kesehatan Polres, hasilnya urinenya negatif. Kalaupun urine mereka positif, kami tak bisa serta merta menahan karena tak ada barang bukti narkoba,” terangnya kepada Lensa Indonesia.

Keterangan itu jelas sangat berbeda dengan informasi yang berkembang di lapangan dan dirangkum Lensa Indonesia di lapangan. Melalui sumber yang bisa dipercaya disebutkan jika Vera dan Rena (purel), Veni alias Dini (mami) sering sekali mengkonsumi narkoba.

“Kalau Vera itu sering nyabu, sedangkan Rena malah doyan sabu dan dugem. Jadi aneh saja kalau hasil tes urine mereka negatif. Gak masuk akal Mas. Sementara Mami itu kan istrinya Johan, jadi gak mungkin mereka gak pernah nyabu karena Johan itu pengedar,” jelas sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi hal ini, AKP Redik juga mengaku mendapat informasi yang sama terkait ulah Purel dan Mami Kafe Breakshot. “Saya juga dapat kabar itu. Bahkan ada yang menyebut room VIP karaoke Kafe Breakshot juga sering digunakan buat dugem. Tapi kami ini bertindak berdasar bukti. Nah, hasil penyelidikan kami tak menemukan tuduhan dari informasi itu,” jelasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti kasus temuan narkoba terkait karyawan Kafe Breakshot, Polrestabes Surabaya dan Satpol PP Surabaya menggelar razia di tempat hiburan yang menyajikan live musik, vip room dan biliar itu, Minggu (14/1/2018) dini hari WIB. “Kami tak menemukan indikasi adanya narkoba. Tapi kami mengingatkan kepada manajemen bahwa sikap sangat tegas akan dilakukan bila ada transaksi ataupun pesta narkoba di dalam Kafe Breakshot,” ujar salah satu petugas Tipiring Polrestabes Surabaya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Purel, Mami dan Kapten Kafe Breakshot Jl Kenjeran 432, akhirnya dilepas setelah sebelumnya diciduk petugas Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dalam kasus peredaran sabu, Selasa (9/1/2018) malam lalu.

Mereka yang dilepas adalah Vera dan Rena (purel), Veni alias Dini (mami) serta Yoyok (kapten) di Kafe Breakshot. Selain itu, Heru, warga Kenjeran yang sempat terciduk juga dilepas. Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak hanya menahan Johansyah (suami mami) karena menemukan 7 poket sabu dengan berat total 2 gram lebih dari saku jaket dan jok motornya. @andiono