LENSAINDONESIA.COM: Alyuda, pengurus Panti asuhan Cinta Kasih Teresa sekaligus terdakwa pencabulan terhadap 9 anak asuhnya yang masih di bawah umur, divonis 7,5 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/1/2018).

Dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menyatakan, terdakwa dinyatakan secara sah bersalah melanggar pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2012 tentang perlindungan anak. “Menjatuhkan pidana selama 7 tahun 6 bulan penjara dan denda 10 juta, serta subsider 1 bulan penjara,” ucapnya membacakan amar putusan di ruang sidang Garuda PN Surabaya.

Dalam sidang yang digelar tertutup itu, pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah meresahkan masyarakat. Sedangkan yang meringankan, Alyuda mengakui perbuatannya.

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa dari Kejaksaan Negeri Surabaya, masih belum menyatakan sikap alias pikir-pikir. Hal senada juga dinyatakan terdakwa.

Untuk diketahui, dalam dakwaan diketahui Alyuda melakukan pencabulan dan menyetubuhi sejumlah korban yang sebenarnya adalah anak asuhnya. Salah satu korban inisial (ST) bahkan pernah dicabuli 80 kali hingga hamil.

Perbuatan bejat terdakwa dilakukan sejak 10 bulan Oktober 2015 hingga 15 Juli 2017 di beberapa tempat. Antara lain hotel TAB Jl Raya Darmo Permai, Hotel Zest Jl Raya Prapen 266, serta Hotel JW Marriot, Surabaya.

JPU Ali Prakosa sempat menuntutnya 10 tahun penjara denda 10 juta atau subsider 6 bulan penjara, dalam sidang sebelumnya. @rofik