Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Korban prostitusi online mengaku 20 kali dijual ke pria hidung belang
Ponco Prihatno, mucikari online (rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Korban prostitusi online mengaku 20 kali dijual ke pria hidung belang 

LENSAINDONESIA.COM: Ponco Prihanto, terdakwa kasus mucikari online kembali menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi korban, di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (18/1/2018).

Pada sidang yang digelar tertutup ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi menghadirkan saksi EK (inisial) alias Nita. Nita merupakan wanita yang dijual terdakwa ke pria hidung belang.

Nita yang saat menjalani persidangan mengenakan jilbab ini nampak gugup. Bahkan, mulut Nita sering kali terlihat komat-kamit membaca doa. Dalam keterangannya, saksi mengaku telah 20 kali dijual ke pria hidung belang. Setengah jam berlalu, majelis hakim yang diketuai Hariyanto akhirnya menutup persidangan.

Usai sidang JPU Samsu membenarkan saksi mengaku telah dijual terdakwa sebanyak 20 kali. “Tadi saat diperiksa, saksi Nita mengaku sudah seringkali dijual terdakwa, tepatnya sudah 20 kali,” katanya kepada wartawan.

Mirisnya lagi, Nita justru mengaku bahwa dirinyalah yang meminta agar dicarikan pelanggan hidung belang. “Saksi Nita juga mengaku dirinya yang meminta untuk dicarikan pelanggan, bukan terdakwa yang memaksa Nita untuk jadi PSK (pekerja seks komersial),” terangnya.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya ini menambahkan, sesuai pengakuaanya Nita ternyata merupakan tetangga terdakwa. “Karena tetangga rumah akhirnya terdakwa dengan mudah menjual Nita. Jika ada pelanggan yang booking, maka terdakwa langsung menuju rumahnya untuk membawa Nita dan mengantarkannya ke hotel,” sambung JPU Samsu.

Sementara itu dalam dakwaan dijelaskan, bisnis prostitusi online ini terbongkar setelah polisi menangkap terdakwa saat hendak mengantarkan Nita ke sebuah hotel di Jl Peneleh, Surabaya, pada Oktober 2017. Sesuai rencana, terdakwa saat itu hendak menjual Nita ke pria hidung belang yang telah menunggu di hotel.

Setelah ditangkap polisi, diketahui modus yang dipakai terdakwa dalam menjalankan bisnis haramnya ini ternyata sangat sederhana. Pertama-tama terdakwa mengupload foto Nita ke salah satu grup Facebook. Di foto tersebut, terdakwa memberikan keterangan bahwa Nita bisa diajak kencan ke karaoke atau ke hotel.

Baca Juga:  Aneh, Whisnu Sakti tak diundang Fit and Proper Test Bacawali Surabaya

Saat ada pria hidung belang berminat, terdakwa langsung mengantarkan Nita ke hotel sesuai kesepakatan. Dari bisnis lendir itu, terdakwa memasang tarif Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu sekali kencan. Dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo pasal 56 ayat 1 ke-1 KUHP. @rofik