Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ketua YARSIS, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., mengungkapkan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) mengambil alih pengelolaan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyi Ageng Pinatih Gresik.

Mohammad Nuh mengatakan RSIA Nyi Ageng Pinasih ini bukan diakuisisi tapi diintegrasi untuk pengelolaan serta pembentukan sumber daya manusia (SDM) agar bisa memberikan layanan maksimal kepada pasien dan masyarakat Gresik secara luas.

“Kita integrasi. Sehingga tidak ada biaya untuk melakukannya. Kita akan benahi pelayanannya agar bisa lebih berkualitas,” tandas Nuh, usai rapat pleno pengurus Yarsis di Tower Unusa Kampus B Jemursari, Rabu (17/1/2018).

Artinya di tahun 2018 ini, Yarsis memiliki empat lembaga yang berada di bawah pengelolaannya yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, RSI Surabaya Jemursari dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)

Nantinya RSIA Nyi Ageng Pinasih yang pernah memiliki masalah serius pada 2015 lalu itu, akan dikelola sesuai standar yang dimiliki Yarsis. Di mana Yarsis sudah berhasil mengelola dua rumah sakit Islam yang kini mulai berkembang di Kota Surabaya yakni RSI Surabaya Ahmad Yani dan Jemursari.

“Kita tidak akan berhenti untuk melakukan itu di daerah lain. Kalau ada rumah sakit yang kurang baik pengelolaannya, kita siap untuk mengambil alih,” tukas Nuh.

Dari rapat pleno yang sudah dilakukan untuk pertanggungjawaban pengurus 2013 – 2018, Yarsis dengan kepengurusan yang baru 2018 hingga 2023 itu memiliki banyak sekali proyek. Ketua Dewan Pembina Yarsis, KH Ma’ruf Amin berharap Yarsis bisa terus melakukan ekspansi yang tidak hanya bisa menghasilkan sesuatu secara bisnis tapi juga sosial.

“Harus begitu, bisnis dan sosial harus berjalan beriring,” tuturnya.

Selain itu, dikatakan Nuh, di 2018 ini, Yarsis dalam waktu dekat akan membuka layanan sub spesialis yang ada di RSI Surabaya Ahmad Yani. Gedung setinggi enam lantai itu akan dibuka akhir Januari 2018 mendatang. Nantinya, gedung yang menelan biaya Rp 80 miliar itu akan difokuskan pada perawatan khusus child, woman, health dan beauty.

Sementara di RSI Surabaya Jemursari, Yarsis juga memiliki proyek-proyek yang cukup banyak khususnya untuk peningkatan pelayanan. Dengan dana yang disiapkan sebesar Rp 20 miliar, RSI Surabaya Jemursari dalam waktu dekat akan membuka layanan khusus perawatan jantung terutama operasi pemasangan ring jantung.

“Dalam waktu dekat akan dibuka. Sebenarnya sudah siap semua hal-hal yang dibutuhkan. Tapi tunggu momen yang pas,” ungkap Direktur RSI Surabaya Jemursari, Prof. Rochmad Romdoni di kesempatan yang sama.

Untuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sendiri, Yarsis akan meneruskan pembangunan Tower di Kampus B setinggi sembilan lantai. Seperti diketahui, gedung tersebut baru selesai enam lantai sehingga masih tersisa tiga lantai lagi untuk bisa sempurna digunakan sebagai ruang kuliah, rektorat dan ruang pertemuan.

Untuk menyelesaikan proyek itu, Nuh mengaku membutuhkan dana sekitar Rp 12 miliar. Dan dana tersebut akan disediakan yayasan. “Kita doakan bersama semoga semua berjalan sesuai target yang telah ditetapkan bersama,” tandasnya.@licom

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here