LENSAINDONESIA.COM: Media online asal Indonesia, Tirto.id dinyatakan lolos lolos verifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional (International Fact Checking Network/IFCN).

Di kawasan ASEAN, baru tiga media yang terverifikasi sebagai anggota IFCN, yaitu Rappler dan Vera Files dari Filipina, serta Tirto dari Indonesia.

Dikutip dari keterangan tertulis Tirto, Sabtu 20 Januari 2018, International Fact-Checking Network (IFCN) merupakan jaringan media internasional yang berkomitmen mengurangi berita keliru (misinformation) atau pun palsu (fake news/hoax) melalui pemeriksaan fakta dan penjelasan secara rinci. Jaringan yang berdiri pada 2015 ini terdiri dari 44 media yang telah lolos verifikasi.

Editor at large Tirto, Zen RS, mengatakan proses menjadi anggota jaringan diawali dengan pengisian formulir dan kuesioner. Pengisian dilakukan untuk menguji Tirto sebagai media yang adil dan jujur serta tak berdiri untuk kepentingan mana pun. Pengujian juga dilakuan terhadap transparansi pendanaan, keterbukaan sumber yang digunakan, metodologi transparan dan bisa dipertangungjawabkan, serta keterbukaan terhadap koreksi.

“Setelah lolos tahap ini, barulah dilakukan penilaian oleh jurnalis independen dari berbagai negara yang ditunjuk oleh IFCN,” kata Zen.

Dia berkata, setelah melalui berbagai penilaian, pada 12 Januari 2018, Tirto dinyatakan lolos verifikasi. Khususnya pada pemeriksaaan data dan indepth reporting, Tirto dinilai verifikator sebagai media yang serius dalam memberikan data yang kredibel, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Kesediaan Tirto melakukan ralat dan/atau pembaharuan konten yang dinilai keliru, kurang/belum lengkap, juga menegaskan komitmen Tirto yang terbuka atas koreksi, kritik dan tanggapan. Kritik tak ubahnya counterpart yang menemani Tirto untuk berkembang, memperbaharui dan memperbaiki diri,” kata Zen.@LI-13