LENSAINDONESIA.COM: Kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) Daftar Pemilih Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Sidoarjo berjalan lancar.

Meski begitu, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mendapatkan temuan yang cukup mengejutkan saat melakukan Coklit di Kelurahan Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo Kota, Sabtu (20/01/2018) kemarin.

Petugas mendapatkan seorang warga Perum Pondok Buana bernama Drs. Medy Yulianto Msi yang belum terdaftar sebagai sebagai pemilih dalam Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang.

Tim PPDP kaget karena orang yang belum terdaftar ini adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo.

“Benar pada Coklit di Kelurahan Bluru Kidul PPDP menemukan seorang belum terdaftar sebagai pemilih Pilgub Jatim. Orang tersebut tak lain adalah Kadispendukcapil Sidoarjo Pak Medy Yulianto,” ungkap anggota Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) kelurahan Bluru Kidul, Supadi kepada lensaindonesia.com, Senin (22/01/2018).

Menurut Supadi, setelah menemukan hal tersebut, dirinya langsung menghubungi Panwascam Sidoarjo kota dan langsung diteruskan Panwaslu kabupaten untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo Drs. Muhammad Rasul membenarkan temuan tersebut.

“Memang benar, PPL Bluru Kidul telah menyampaikan temuan itu kepada Panwascam dan langsung melaporkan ke kami,” ungkapnya.

Rasul juga menjelaskan, apa yang dialami Medy Yulianto tersebut juga bisa terjadi pada siapapun, tak memandang apa dan jabatan yang disandangnya.

“Jangankan kepala dinas, anggota Panwaslu pun juga pernah tidak terdaftar dalam daftar pemilih,” ujarnya.

Walaupun tidak mengandung unsur pelanggaran, namun temuan tersebut patut menjadi perhatian semua pihak, khususnya bagi para penyelenggara pemilu baik di tingkatan paling bawah maupun tingkatan pusat.

“Kita harus menyelamatkan hak politik seseorang yang memenuhi syarat sebagai pemilih. Karena masih banyak warga yang semestinya berhak melilih, namun karena belum terdaftar sebagai pemilih, hilanglah hak orang tersebut untuk menyampaikan aspirasi pilihannya.” tutupnya.@Jani