Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
GMBI demo pilkada di Kantor Walikota rusuh, Forum Bekasi Rempug bantah jadi pemicu
AksiGerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Kota Bekasi diwarnai riusuh. @foto:dakta
JABODETABEK

GMBI demo pilkada di Kantor Walikota rusuh, Forum Bekasi Rempug bantah jadi pemicu 

LENSAINDONESIA.COM: Forum Bekasi Rempug (FBR) Kowil Kota Bekasi membantah jika kedatangan FBR dan Ormas lain seperti Pemuda Pancasila (PP), Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS), Angkatan Muda Siliwangi (AMS), dan Forum Warga Bekasi (FWB) bermaksud menghadang aksi unjuk rasa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah (GMBI) Korwil IV (Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta dan Kab. Subang) di depan Kantor Walikota Bekasi.

Ketua Divisi Public Relation FBR Korwil Kota Bekasi, Anwar Sadat menegaskan kedatangan beberapa ormas tersebut merupakan agenda Ormas dalam komitmennya sesuai deklarasi Ormas untuk menjaga situasi kondusif menjelang pilkada di Kota Bekasi.

“Tidak ada itu kami melakukan aksi tandingan. Kebetulan saja waktunya dengan Unras dari GMBI, jadi ada sedikit salah paham,” katanya, Kamis (25/1/2018), menanggapi ramainya info di Medsos bahwa FBR, PP, Gibas, AMS dan FWB sengaja menghadang kedatangan massa GMBI yang akan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Bekasi.

Informasi yang tersebar di medsos menyebutkan Anwar Sadat mengatakan bahwa massa gabungan beberapa ormas tersebut melakukan aksi tandingan sekaligus bersiaga dan menghadang LSM GMBI di depan Kantor Pemkot Bekasi, dan meminta agar LSM GMBI tidak melakukan aksi unjuk rasa di area Pemkot Bekasi.

Untuk itu, Anwar siap mendatangi kepolisian untuk menjelaskan informasi yang beredar di medsos, berisi dirinya meminta aksi GMBI dibubarkan karena memicu terganggunya situasi keamanan dan ketertiban, serta nama baik pasangan calon Walikota BekasiRahmat Effendi – Tri Adhianto.

Lain halnya pernyataan Ricky Tambunan kader PDIP. Dia menilai rusuhnya unjuk rasa GMBI, karena tokoh intelektual yang menjadi dalang sengaja ingin membuat rusuh dan bentrok antar ormas dalam Unras GMBi di Pilkada Kota Bekasi.

Baca Juga:  BJ Habibie meninggal dunia

“Unras GMBI itu demo biasa, dan sudah mendapat ijin dari kepolisian. Saya menduga ada dalang inteletual dari Pemkot yang sengaja membentrokan abtar ormas di Unras GMBI, ” ujarnya.

Akibatnya, aksi Unras tersebut bentrok dan rusuh. Beberapa anggota Ormas dan Satpol PP mengalami luka akibat lemparan batu. Beberapa mobil petugas keamanan pun kacanya hancur akibat terkena lemparan batu dari massa Unras.

“Ini kan tidak bagus, seolah olah Kota Bekasi tidak aman. Jangan sampai situasi ini malah mengganggu investor menanamkan modalnya di Kota Bekasi,” pungkas Ricky. @sofie