Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
KPK: Titip absen saat kuliah termasuk bibit korupsi
EDUKASI

KPK: Titip absen saat kuliah termasuk bibit korupsi 

LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan jika perilaku koruptif tidak mengenal usia maupun pekerjaan. Bahkan, banyak yang tidak sadar tengah memelihara bibit korupsi.

Soal usia pelaku korupsi yang kini 30 tahun, tidak ditampik Erlangga Adikusumah, Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK

“Karena jangan-jangan mereka tidak tahu jika sedang melakukan korupsi,” ujarnya usai mengisi seminar antikorupsi di Auditorium Universitas Kristen Petra, Kamis (25/1/2018).

Dia menuturkan banyak perilaku kecil yang tidak disadari sebagai perilaku koruptif. Dia mencontohkan titip absen, pembuatan LPJ palsu, proposal mark up, dan sebagainya.

“Kami di KPK melihat integritas itu sebenarnya adalah lifeskill sehingga bisa dilatih. Oleh karena itu kami sangat antusias jika ada mahasiswa yang menggandeng kami untuk pencegahan korupsi,” ujarnya optimistis.

Dian Rachmawati, Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK menambahkan selama ini lembaga antirasuah terus aktif melakukan upaya pencegahan. Selain hadir di kampus, juga aktif dalam kegiatan kampanye seperti video short competition atau jurnal tentang korupsi.

“Kami juga bekerjasama dengan Kemenristekdikti agar pendidikan korupsi bisa masuk dalam mata kuliah dengan disesuaikan kekhasan masing-masing kampus,” ujarnya.

Dira menambahkan saat ini sudah ada tiga kabupaten/kota dan provinsi yang berkomitmen untuk memasukkan pendidikan korupsi di daerahnya. Ia menyebut Kota Samarinda, Palu serta Riau. Juga Provinsi Kalimantan Timur, Pekanbaru dan Sulawesi Tengah.

“Kami sudah menyiapkan modulnya, adapun pelaksanaannya disesuaikan dengan masing-masing satuan pendidikan di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia LKMM-TD XXVIII UK Petra Lofina Junita mengatakan total mahasiswa yang mengikuti acara LKMM-TD XXVIII ini sekitar 1800 mahasiswa yang dibagi menjadi dua shift, tiap shiftnya berjumlah 900 mahasiswa.

“Sebelum mengikuti seminar anti korupsi ini para mahasiswa mengikuti banyak kegiatan yang tujuan memperlengkapi mahasiswa dengan berbagai kemampuan manajerial dasar yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan perencanaan dan sistematika yang baik diantaranya rally games, kelas dan seminar,” tutup Lofina Junita. @licom

Baca Juga:  Kerja bareng Bekraf, kini giliran AMI gembleng musisi Surabaya