LENSAINDONESIA.COM: Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Afghanistan yang sebelumnya ibukota, Kabul dilanda bom meledak menewaskan 103 jiwa, berakhir dengan aman. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sempat sujud syukur di atas pesawat kepresidenan. Apalagi, kunjungan Presiden ke pengungsi Rohingya di Bangladesh, termasuk Srilanka, Pakistan dan India juga berjalan lancar.

Anggota Komisi I DPR RI –membidangi masalah luar negeri– dari Fraksi PPP, Arwani
Thomafi menilai kunjungan Presiden khususnya di Afghanistan dan pengungsi Rohingya seolah “angkat jempol” tinggi. Menurutnya, kehadiran Jokowi di dua negara yang jadi perhatian dunia itu, memiliki makna strategis bagi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

“Kunjungan ini memberi pesan soal komitmen Indonesia atas nasib yang menimpa saudara muslim di luar Indonesia. Kehadiran Presiden Jokowi di camp pengungsian Rohingya memperkuat solidaritas yang digalang masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Rohingya,” kata Arwani, dalam keterangan tertulisnya diterima LensaIndonesia.com, Rabu (31/1/2018).

Kehadiran Presiden Jokowi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan menggalang dukungan khususunya dari negara-negara ASEAN kepada otoritas Myanmar untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga Rohingya dapat kembali ke tempat asalnya.

“Tidak mungkin warga Rohingya selamanya menjadi warga pengungsi di Bangladesh. Posisi Indonesia telah terbukti berhasil terkait diplomasi terhadap Myanmar, terutama atas dibukanya akses bantuan terhadap warga Rohingya,” tukas Arwani.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara terbesar penduduk muslim di dunia yang menghadirkan wajah muslim yang damai, ramah dan mampu bersanding dengan sistem demokrasi.

“Respons positif masyarakat Afghanistan terhadap Presiden menegaskan posisi tersebut,” tandas politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.

Politikus yang fraksinya sangat peduli terhadap aspirasi Islam dunia ini, mengatakan,
bahwa peran aktif Indonesia di kancah dunia Internasional dapat dipelopori Presiden Jokowi untuk menggalang dukungan dunia internasional, khususnya negara-negara yang tergabung dalam Organsiasasi Kerjasama Islam (OKI). “Untuk membuat peta jalan damai khususnya kepada negara-negara Islam yang hingga saat ini dirundung konflik domestik seperti di Yaman,” pungkasnya. @licom_09