Ilustrasi
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Dokter forensik asal Jerman, dr Harald Voss, mengklaim 80-100 warga negeri itu meninggal dunia setiap tahun akibat masturbasi.

Menurutnya, 1-2 orang dari tiap 1 juta penduduk meninggal dunia setiap tahun akibat melakukan teknik masturbasi yang berisiko tinggi terhadap kematian.

Harald Voss melanjutkan, sesak napas menjadi faktor yang paling banyak membunuh pelaku masturbasi, selain sensasi tersengat aliran listrik yang mengakibatkan jantung berdegup terlalu kencang.

Dokter ini mengaku sangat sulit memastikan secara akurat soal jumlah korban tewas akibat masturbasi ini. Dokter berusia 59 tahun itu berdalih kerabat yang menemukan korban meninggal akibat masturbasi, sering menyingkirkan barang bukti karena malu. “Jumlah kasus kematian seperti ini amat banyak, namun nyaris semua tak dilaporkan,” paparnya kepada majalah Bild.

Harald Voss menambahkan, sebagian besar korban masturbasi yang berisiko kematian adalah pria. “Sebab, perempun jauh lebih berhati-hati saat melakukan masturbasi,” pungkasnya. @LI-15