LENSAINDONESIA.COM: Konflik internal DPP Partai Hanura antara kubu Ketua Umum Oesman Sapta Odang dan Daryatmo -Syarifuddin Sudding berimbas ke Jawa Timur. Saat ini, beredar secara beratai melalui WhatsApp Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum Hanura kubu Daryatmo dan Sekjen Syarifuddin Sudding.

SK bernomor: SKEP/011/DPP-HANURA/I/2018 tersebut berisi tentang pergantian Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur. Dimana Ketua DPD Partai Hanura Jatim saat ini Kelana Aprilianto diganti dengan Ki Soedjatmiko dari kubu Daryatmo dan Sekjen Syarifuddin Sudding.

“Sikap seorang Ketua DPD seharusnya tegas, tidak berubah-ubah dan selalu mengedepankan hati nuraninya dalam mengambil keputusan. Ini karena DPC-DPC selalu melihat profil Ketua DPD sebagai seorang pemimpin. Contohnya, soal rekomendasi bakal calon gubernur,” kata Bendahara DPD Partai Hanura Jatim Reny Widya Lestari, Minggu (11/02/2018).

Soal rekomendasi cagub Jatim, lanjut Reny, awalnya yang diproses adalah Saifullah Yuduf (Gus Ipul). Namun yang mendapat rekom ternyata Khofifah Indar Parawansa.

“Yang diproses adalah Gus Ipul, yang keluar malah Bu Khofifah,” ungkapnya.

Pihaknya yang menyebut sebagai Hanura Jatim Zaman Now ini akan menggelar konferensi pers tentang pemberhentian Ketua DPD Hanura Jatim pada hari ini.

Dalam SK tersebut pergantian pengurus dilakukan dengan alasan konsolidasi organisasi, reposisi dan revitalisasi kepengurusan.

Sebagai Ketua yang ditunjuk adalah Ki Soedjatmiko, Sekretaris Warsito dan Bendahara Reny Widya Lestari.@LI-13