Apartemen Trillium Surabaya nampak dari depan. Foto-Eld
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Para penghuni apartemen Trillium Surabaya kini resah, sebab kepastian menerima sertifikat kepemilikan belum jelas. Pihak PT Pemuda Central Investindo sebagai pengembang apartemen tersebut terkesan mengobral janji-janji sejak tahun 2011.

Hardino, yang dipercaya sebagai koordinator paguyuban pemilik dan penghuni apartemen Trillium (P3SRS) mengatakan, kabar penerimaan sertifikat untuk pemilik apartemen ini masih menggantung. Pihaknya sudah berkali-kali menanyakan terkait sertifikat tersebut kepada pihak developer, namun hingga kini hanya janji dan harapan belaka bahkan tak ada respon.

“Sebenarnya masalah ini mengerucut pada dua persoalan, pertama, terkait status akta pertelaan, IMB dan sertifikat Hak Milik atas satuan rumah susun Apartemen Trillium Office and Residence (SHMSRS) hingga kini kami belum ada progress yang diinformasikan. Kedua, kami juga membutuhkan penjelasan laporan secara rinci terkait pengelolaan dana yang dihimpun oleh P3SRS melalui pemungutan iuran yang dibebankan pemilik apartemen di setiap bulannya,” ujar Dino panggilan akrabnya kepada Lensaindonesia.com, Sabtu (10/02/2018).

Dino menambahkan, iuran service charge dari P3SRS tersebut mengalami kenaikan beberapa kali tanpa ada konfirmasi dan rincian yang diterima oleh penghuni Trillium.

“Tahu-tahu pihak P3SRS sudah mengedarkan surat pemberitahuan kenaikan iuran service charge sebesar Rp 1.000/m2 mulai Januari 2018. Iuran tersebut jumlahnya tak sedikit, sebab tarif yang dipatok sebesar Rp 20.000/ meter2 yang dikalikan luas ukuran unit apartemen setiap pemilik. Globalnya, jika dikalikan total jumlah unit, angka yang dipungut bisa mencapai Rp 640 juta di setiap bulannya” tandas Dino.

Dino menambahkan, dengan dana sebesar tersebut, pihaknya juga merasa berhak untuk mengetahui perincian terkait detail iuran dari pihak developer. Bahkan, Dino mengaku bahwa pihaknya dengan tim paguyuban tersebut kerap kali menghubungi Ivi Santoso selaku Ketua P3SRS tersebut yang juga merangkap jabaatan di PT Pemuda Central Ivestindo.

“Hmm… sudah bolak-balik kita ini minta penjelasan kepada pihak majemen terutama kepada bu Ivi Santoso untuk ketemuan dan menjelaskan langsung pada perwakilan kami. Namun, yang menjawab hanya dari stafnya yang selalu menjanjikan tahun depan, tahun depan dan awal tahun depan lagi dan kesannya menghindar terus. Dan sah-sah saja jika persoalan ini akan kami tempuh dengan jalur hukum kalau belum juga ditanggapi,” tegas Dino.

Hingga berita ini ditayangkan, Ivi Santoso selaku ketua P3SRS saat dikonfirmasi Lensaindonesia melalui no ponselnya 08123129xxx ternotifikasi dialihkan. Sedangkan  Alim Satria, selaku pihak pengelola apartemen Trillium saat dihubungi di nomer ponselnya 0811338xxx nampak tak menjawab sapaan kendati telpon sudah diangkat atau diterima.@Eld-Licom