Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur, Kelana Aprilianto. FOTO: dok.LICOM
Advertisement

LENSAINDONESI.COM: Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur Kelana Aprilianto menegaskan kader partainya tetap solid dan tidak terbelah.

Hal ini ia sampaikan dalam menanggapi adanya DPP Partai Hanura kubu Daryatmo yang menggelar Munaslub II 2018 di Jakarta yang kemudian menerbitkan SK (surat keputusan) membentuk struktur kepengurusan ‘tandingan’ tingkat DPD.

Dalam SK DPP Hanura kubu Daryatmo tersebut menunjukkan Soedjatmiko sebagai Ketua DPD Partai Hanura Jatim. Anehnya, dalam SK tersebut disebutkan bahwa penunjukkan Seodjadmiko untuk menggantikan posisi Kelana Aprilianto yang tidak memiliki kaitan apapun dengan kubu Daryatmo.

“Hanura tidak terbelah. Semua 38 DPC dan 666 PAC di Jatim semua solid dan satu barusan dengan saya. Saya tidak terlalu menanggapi mereka (kubu Soedjatmiko). Mereka ini sengaja ingin mengecilkan Partai Hanura,” kata Ketua DPD Partai Hanura Jatim versi Ketum Oesman Sapta Odang ini kepada lensaindonesia di Surabaya, Minggu (11/02/2018).

Partai Hanura Jatim, lanjut dia, saat ini akan tetap fokus mencapai target kemenangan di Pilgub 2018 dan Pileg 2019 nanti. Ia optimistis bahwa pihaknya yang benar karena telah mengantongi SK Kemenkumham dan telah dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPU.

“Kami juga telah lolos verifikasi faktual oleh KPU Jatim. Ini bukti bahwa Hanura Jatim ya ada di kepengurusan kami. Kalau ada yang mengaku kepengurusan Hanura Jatim Ki Soedjatmiko dan memberhentikan saya, jelas itu tidak sah,” tegasnya.

Terkait dukungan Hanura di Pilgub Jatim 2018, Kelana memastikan tetap akan mendukung pasangan Cagub-Cawagub Khofifah-Emil.

Pihaknya pada akhir bulan ini akan melakukan konsolidasi melalui Rapimda II. Yakni, meneguhkan Osman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai Hanura yang sah, mendukung Presiden Jokowi dua periode, pemenangan Khofifah-Emil dan persiapan menghadapi Pileg 2019.

Untuk Pileg 2019, Hanura menargetkan masuk lima besar perolehan kursi di Jatim. Dari perolehan 2 kursi di DPRD Jatim pada Pileg 2014, ditargetkan meningkat menjadi 12 kursi DPRD Jatim. Untuk DPR RI dari dapil Jatim yang mendapat dua kursi, ditargetkan bisa memperoleh 7-8 kursi.

Pasca adanya Munaslub II tersebut, Ketua DPD Partai Hanura Jatim Kelana juga melakukan reposisi kepengurusan di DPD.
Di antaranya Ketua tetap dijabat Kelana, Sekretaris yang baru adalah Kakung Santosa dan Bendahara M Yasin.

Ditambahkan, Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya Edi Rachmat mengaku DPC se-Jatim tetap solid dan mengikutinarahan Ketu DPD Kelana. Ia mengimbau semua pihak mengembalikan pada AD/ART Partai Hanura.

“SK penunjukkan Ki Soedjatmiko sebagai Ketua DPD Partai Hanura Jatim dan pemberhentian Pak Kelana itu tidak sah, karena tanpa Musdalub. Dasar hukumnya lemah. Munaslub juga tidak memenuhi kuorum. Munaslub yang mengklaim dihadiri 27 DPD dan 450 DPC, tapi kenyataannya tidak,” tutup Edi.@sarifa