LENSAINDONESIA.COM: Reajen Budi Sungkono, terdakwa kepemilikan senjata api (senpi) tanpa izin hanya dituntut 1 tahun penjara dalam sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (13/02/2018).

Dalam membacakan tuntutannya, meski dituntut pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman 15 tahun penjara, Jaksa penuntut Umum (JPU) Lujeng Andayani dari Kejati Jatim hanya menuntut 1 tahun penjara.

“Terdakwa telah menyimpan dan menguasai Senjata jenis Browning III HI Power warna Crome, 18 (delapan belas) amunisi tajam kaliber 9 mm, 1 (satu) butir amunisi tajam kaliber 32 dan 2 (dua) buah Magazen tanpa dilengkapi dengan ijin yang syah,” terang JPU Lujeng Andayani.

“Atas kepemilikan tanpa izin dan melawan hukum, menuntut terdakwa dengan pidana selama 1 tahun penjara,” tambah Lujeng Andayani.

Selain menuntut ringan, jaksa juga menghapus pasal 33 KUHP (perjudian) dimana terdakwa yang diketahui sebagai bandar judi online saat ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Perlu diketahui, terdakwa Reajen Budi Sungkono dibekuk Anggota Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (9/10/2017) sekitar pukul 21.00 WIB di Apartemen Water Palace Tower E No. 1715 Surabaya, usai menyetorkan uang taruhan kepada terdakwa Hadi Susanto (berkas terpisah).

Dalam pemeriksaan, terdakwa mengaku membeli Senpi dari seorang bernama Eca saat dirinya berkunjung di cafe Ikan Pee di Jl Sulawesi Makasar sekitar pertengahan tahun 2015 seharga Rp15 juta.@rofik