Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bosan konflik sosial, masyarakat Kalbar inginkan pasangan gubernur gabungan Nasrani-Islam
Ilustrasi pemberitaan hasil penelitian lembaga survei terhadap Pilkada Kalbar 2018. @foto: dok.ist
HEADLINE UTAMA

Bosan konflik sosial, masyarakat Kalbar inginkan pasangan gubernur gabungan Nasrani-Islam 

LENSAINDONESIA.COM: Vox Populi Survei melakukan penelitian terhadap masyarakat Kalimantan Barat, untuk mengetahui pasangan calon (Paslon) gubernur yang akan dipilih pada Pilkada secara serentak tahun 2018.

Direktur Eksekutif Vol Populi Survei, Basynursyah mengatakan, berdasarkan hasil survei terhadap 3 paslon Gubernur/Wakil Gubernur Kalbar yang melibatkan 2.178 responden, hampir 46 persennya memilih paslon Milton Crosby-Boyman.

Vox Populi Survei juga mengukur terkait pilihan suara masyarakat Kalbar dalam
menentukan cagub cawagub yang akan bertarung di Pilkada nanti.

Pilkada Kalimantan Barat pada Juni 2018 mendatang ditetapkan KPU, ada 3 pasang calon yang akan bertanding. Pasangan tersebut, yaitu Sutarmidji- Ria Norsan, keduanya beretnik Melayu dan beragama Islam.

Paslon satunya lagi, Karolin Margareth Natasya – Suryadman Gidot. Paslon ini berlatar belakang yang berbeda. Milton Crosby dari etnik Dayak dan beragama Nasrani yaitu Kristen, sedangkan Boyman Harun beretnik Melayu dan beragama Islam.

“Saat ditanya menggunakan soal terbuka tentang pasangan kepala daerah (Gubernur dan wakilnya) Kalimantan Barat yang akan dipilih, secara spontan menjawab pilih pasangan Milton Crosby-Boyman Harun,” ujar Basynursah, Minggu (17/2/2018).

Dari jawaban tersebut, kata dia, Milton Boyman dipilih sebanyak 43,3 persen responden. Disusul, Sutarmidji- Ria Norsan sebanyak 21,1 persen, dan Karolin
Margareth Natasya -Suryadaman Gidot 17,9 persen. Sementara yang tidak
memilih sebanyak 17,7 persen.

Dalam penelitian ini juga diberikan pertanyaan tertutup menggunakan kuisioner dengan pertanyaan yang sama. Lagi-lagi, pasangan Milton Crosby-Boyman Harun dipilih 46,3 persen responden, kemudian Sutarmidji- Ria Norsan sebanyak 24,6 persen, dan Karolin Margareth Natasya -Suryadaman Gidot 18,4
persen.

“Sementara yang tidak memilih sebanyak 10,7 persen,” ucapnya.

Untuk tingkat kemantapan responden yang disurvei dalam menentukan pilihan
cukup tinggi, yakni berada di level 70,3 persen. Sementara 29,7 persen mengaku pilihannya masih bisa berubah dan masih goyah.

Baca Juga:  Ironis! Sapi potong mahal jelang Natal, daging kerbau impor beredar bebas di Jatim 

Seperti diiketahui, pemilih Kalimantan Barat ini adalah tergolong pemilih yang paling mudah pindah ke lain hati, apalagi menurut pantauan Polri, BIN dan TNI, pilkada Kalimantan Barat adalah yang paling rawan konflik.

“Jadi pilihan kepada Milton -Boyman menjadi sebuah pilihan yang terbaik bagi
masyarakat Kalimantan Barat yang sudah bosan dan tidak suka dengan konflik-konflik sosial,” ungkapnya.

Dalam survei ini kata dia, pihaknya menggunakan metodelogi kuantitatif
dengan mengunakan kuisioner dan wawancara kepada sejumlah masyarakat
Kalimantan Barat yang tersebar di 2 Kota Dan 12 Kabupaten. Jumlah Masyarakat
Kalimantan Barat yang ditentukan sebagai sample dalam penelitian sebanyak
2.178 yang diambil dari jumlah Daftar Pemilih Tetap Pilkada (DPTP)
Kalimantan Barat.

“Jumlah masyarakat Kalimantan Barat yang ditentukan sebagai sample dalam
penelitian sebanyak 2.178 yang ditentukan dengan metode Multistage Random sampling berdasarkan jumlah DPT Pilkada Kalbar 2018 yaitu 3.844.498 pemilih. Survei ini mengunakan tingkat Kepercayaan 95 % dan Margin of Error
2.2 persen, yang dimulai sejak 3 Februari sd 15 Februari 2018,” tandasnya.

Selain pertanyaan diatas, pihaknya juga menemukan hasil penelitian terkait
Popularitas/pengenalan publik terhadap ketiga pasang calon. Maka Pasangan
Milton Crosby- Boyman Harun dikenal dan disukai oleh 78,7 persen.

Kemudian disusul pasangan Sutarmidji- Ria Norsan 72,6 persen, dan pasangan
Karolin Margaret Natasya – Suryadman Gidot 80,6 persen.

“Tingginya Popularitas Karolin karena faktor sebagai Anak Kornelis dan pernah diterpa kasus video porno mirip Karolin,” ujarnya.

Sementara hasil perolehan survei untuk tingkat kesukaan publik Kalimantan
Barat terhadap ketiga pasang calon kepala daerah, pasangan Milton Crosby –
Boyman Harun meraih 84,6 persen. Pasangan Sutarmidji- Ria Norsan 63,5 persen
dan pasangan Karolin Margaret Natasya -Suryadman Gidot 60,2 persen.

Baca Juga:  Dukung Menteri Erick Tohir pecat Dirut Garuda, Presiden: Jangan main-main!

“Tingginya tingkat kesukaan masyarakat terhadap Milton-Boyman disukai karena
Milton dianggap sering turun kebawah dan berdialog bersama masyarakat selama
menjadi Bupati

Sintang dan begitu juga dengan Boyman ketika menjabat sebagai wakil Bupati
Ketapang juga melakukan hal yang sama,” tandasnya.

Sementara Sutarmidji -Ria Norsan lebih disukai dikalangan masyarakat elit, faktor Ria Norsan inilah yang mengurangi kesukaan masyarakat, terutama dengan majunya istrinya sebagai calon bupati mempawah yang dianggap sebagai politik dinasti untuk melindungi kepentingan bisnis dan politik Ria Norsan.

Sedangkan pendapat masyarakat terhadap Karolin -Suryadman dianggap dalam pilkada ini lebih mewakili Cornelis ayahnya atau kepentingan politik dinasti. Karolin juga dianggap belum memiliki kemampuan untuk memimpin
Kalimantan Barat.

Sedangkan tingkat akseptabilitas atau tingkat penerimaan oleh masyarakat terhadap pasangan dan rekam jejak serta prestasi. Lagi-lagi pasangan Milton Crosby -Boyman Harun unggul dibandingkan dengan pasangan Sutarmidji- Ria Norsan dan Karolin Margareth Natasya -Suryadaman Gidot .

Dimana Milton Crosby -Boyman Harun mendapatkan dukungan publik sebanyak79,8 persen , Sutarmidji- Ria Norsan 73,5 persen dan Karolin Margareth Natasya -Suryadaman Gidot 59,9 persen. @putera