Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian di era pemerintahan Presiden Gus Dur mengemukakan bahwa perkembangan ekonomi digital akan tumbuh mencapai 10 persen saat 5 tahun mendatang. Hal ini masih dianggap hal yang baru di Indonesia, sebab untuk menerapkan perekonomian digital ini memerlukan waktu yang tak singkat.

“Saat ini perekonomian digital masih berkontribusi seitar 2,5 persen, karena pelaku konsep bisnis digital ini masih dalam perkembangan di Indonesia. Saya yakin 5 tahun mendatang, Ekonomi digital akan menyumbang 10 persen dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ujar Rizal saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com, Sabtu (17/02/2018).

Rizal menambahkan, dari perkembangan bisnis digital di Indonesia yang kian berkembang ini, sistem transaksi kali ini tak lepas menggunakan Fintech (Financial Technology). Untuk itu, makin maraknya penggunaan Fintech ini haruslah ada koordinasi dan sama-sama membuka diri akan hadirnya teknologi ini.

“Terutama bagi perbankan dan perusahaan telekomunikasi, harusnya sudah saatnya mereka bersinergi dengan baik, tak perlu khawatir kehadiran operator telekomunikasi ini akan menggeser peran perbankan dengan adanya Fintech ini. Padahal di luar negeri, penerapan Fintech ini sudah tertata dan professional. Untuk itu, Bank Indonesia lah yang akan mengatur terkait hal ini sebab pihaknya sebagai regulator,” tandas Rizal.

Implementasi ekonomi digital ini merupakan salah satu langkah taktis untuk mendongkrak perekonomian Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang giat mengkampanyekan pereknomian syariah, namun saat ini kontribusi ekonomi syariah masih mencapai 10 persen. Di sinilah peran perbankan sangat dibutuhkan, terutama Bank Indonesia sebagai pihak pengontrol atau supervisi untuk mengamati kondisi ekonomi negara.@Eld-Licom