LENSAINDONESIA.COM: Kasatpol PP Irvan Widyanto Irvan Widyanto terlibat adu mulut seru dengan Ketua DPRD Surabaya Armuji saat hearing dengan Komisi A, Selasa (20/2/2018). Hearing itu digelar untuk membahas rencana sosialisasi penertiban 165 kepala keluarga di Medokan Semampir Gang 5 RT 1 RW 8 Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo untuk perluasan TPU Keputih.

Dalam hearing yang dipimpin Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto, warga mengutarakan pendapatnya kepada anggota DPRD Surabaya. “Selama ini warga mengganggap lahan yang kami tempati puluhan tahun dan turun-menurun adalah tanah yayasan. Kami bukan menolak, tetapi berikan kami solusi, yakni lokasi pengganti,” ujar salah satu perwakilan warga saat hearing.

Ketegangan dimulai saat Armuji meminta Pemkot yang diwakili Kasatpol PP Irvan Widyanto menunda penertiban agar warga punya waktu bersiap memindahkan barang-barangnya.

Tetapi Kasatpol PP Irvan Widyanto bersikukuh tetap melaksanakan penertiban dengan alasan pihaknya sudah melakukan sejumlah sosialisasi kepada warga beberapa waktu lalu.

Mendengar itu, Armudji dengan nada mengancam langsung menyahuti. “Kalau tetap dilakukan pembongkaran saya bersama warga akan menghadang pembongkaran,” sahutnya.

“Berarti sampean (Armuji) menghalangi,” jawab Irvan dengan nada tinggi pula sambil berdiri dari kursinya.

Melihat itu Armudji bukannya meredakan emosi, malah meminta Pamdal (Pengamanan Dalam) DPRD Surabaya untuk mengambil tindakan terhadap Irvan. “Sikat ae, langsung sikat ae gak opo opo (sikat saja, langsung sikat saja nggak apa-apa),” serunya sambil tangannya menunjuk ke Irvan yang berusaha mendekatinya.

Namun petugas Pamdal bertindak lebih terpuji dari perintah Armudji. Bersama anggota Komisi A dan PNS Pemkot yang ikut hearing, petugas langsung memeluk Irvan yang tersulut emosinya.

Bukannya mereda, Armuji kemudian menuduh jika selama ini penertiban yang dilakukan Satpol PP tidak sungguh-sungguh. “Ono penertiban, tapi gak kabeh ditertibno (ada penertiban tetapi tidak semuanya ditertibkan),” tambahnya.

Mendengar tudingan itu, Kasatpol PP Irvan Widyanto ini tersinggung dan mengajak Armuji turun langsung ke lapangan dan melihat langsung pihkanya melakukan penertiban. “Muduno cak. Ojok ngomong tok. Tak enteni, ayo mudun bareng (Turun Cak. Jangan bisanya cuma bicara. Saya tunggu, ayo turun bersama),” tegasnya.

Usai hearing, Irvan Widyanto saat dikonfirmasi menegaskan rencana penertiban baru tahap sosialisasi dan belum ada tanggal pasti penindakannya. “Kami diundang hearing untuk mencari jalan tengah sebelum penetapan penertiban. Hearing tadi kan untuk mencari jalan tengah, jika ada warga yang punya sertifikat silahkan ditunjukkan. Pemkot juga memberi solusi dengan menyiapkan relokasi ke Rusunawa Keputih,” ungkap Irvan.@wan