Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
GAM Jombang tolak revisi UU MD3
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan aksi mahasiswa (GAM) Jombang melakukan unjuk rasa penolakan terhadap revisi UU MD3.
Jombang

GAM Jombang tolak revisi UU MD3 

LENSAINDONESIA.COM: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Jombang melakukan unjuk rasa penolakan terhadap revisi UU MD3. UU MD3 merupakan undang-undang yang mengatur kewenangan anggota MPR, DPD, DPR, dan DPRD dinilai ada beberapa pasal yang membuat lembaga tersebut menjadi super body dan powerfull alias otoriter, Rabu (21/02/2018).

“Tolak revisi UU No 17 tahun 2014 tentang MD3 karena bertentangan dengan UUD 1945. Untuk itu, Presiden harus segera mengeluarkan Perppu, mendorong DPR untuk merevisi UU MD3, agar tidak berlaku otoriter. Jika UU itu disahkan DPR dan disetujui oleh Presiden, bakal menjadi bukti kemunduran demokrasi di Indonesia. DPR akan menjadi powerfull dan sulit disentuh hukum,” ujar Shahdan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jombang.

Lebih lanjut, Shahdan aktivis yang juga Mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang menambah, jika UU MD3 disahkan, maka sudah mencederai demokrasi. Karena di dalam pasal 245 yang menyebutkan jika anggota DPR tidak dapat diperiksa jika belum mendapatkan izin presiden dan Majelis Dewan Kehormatan (MKD).

Sementara, Kordinator aksi, Bongki mengatakan, akan melakukan aksi berturut-turut sampai ditemui oleh para wakil rakyat (legislatif), karena tidak ada satu pun yang menemui massa aksi. “Kami akan menunggu kedatangan Ketua DPRD Jombang, kami akan kembali gelar aksi unjuk rasa tentak penolakan revisi UU MD3,” ujarnya.

Sementara itu, terpisah, Kepala Bagian Umum Sekwan (Sekretaris Dewan) DPRD Jombang, Mudlhor mengatakan, bahwa pada hari dilakukannya unjuk rasa gerakan mahasiswa. Memang seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jombang sedang ada kunjungan kerja di sejumlah daerah. Semua anggota dan pimpinan DPRD sedang Kunker di luar kota.@Obi

Baca Juga:  Jadilah buzzer penyebar informasi positif untuk perdamaian