LENSAINDONESIA.COM: Meski dinyatakan terbukti bersalah memiliki senjata api tanpa izin (senpi bodong), namun Reajen Budi Sungkono cuma divonis 6 bulan penjara oleh Hakim Ane Rusiana dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (27/2/2018).

Dalam amar putusan hakim, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah melanggar pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951. “Mengadili terdakwa Reajen Budi Sungkono dengan pidana selama 6 bulan penjara,” ucap Hakim Ane Rusiana.

Adapun pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa, yakni meresahkan masyarakat. Sedangkan yang meringankan, terdakwa sopan selama persidangan. “Atas putusan ini, majelis hakim memberikan kesempatan selama satu minggu untuk pikir-pikir. Terima atau banding,” kata Hakim Ane sembari mengetuk palu persidangan.

Perlu diketahui, terdakwa Reajen Budi Sungkono dibekuk anggota Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (9/10/2017) sekitar pukul 21.00 WIB di Apartemen Water Palace Tower E No. 1715 Surabaya, usai menyetorkan uang taruhan judi online kepada terdakwa Hadi Susanto (berkas terpisah).

Dalam pemeriksaan, terdakwa mengaku membeli Senpi dari Eca saat dirinya berkunjung di cafe Ikan Pee di Jl Sulawesi, Makasar, sekitar pertengahan tahun 2015 seharga Rp 15 juta.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lujeng Andayani, dari Kejaksaan Tinggi Jatim dituntut 1 tahun penjara. Adapun barang bukti menyimpan dan menguasai senpi jenis Browning III HI Power warna Crome, 18 amunisi tajam kaliber 9 mm, 1 butir amunisi tajam kaliber 32 dan 2 magazin tanpa dilengkapi ijin yang sah.@rofik