Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Peringati HUT ke 42, PT Dharma Lautan Utama (DLU), perusahaan di bidang jasa angkut kapal laut penumpang menggelar Bhakti Sosial (Baksos) dengan menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga Rumah Susun Sombo, Kelurahan Simolawang- Surabaya, Sabtu pagi (03/03/2018).

Erwin H Poedjono, Dirut PT. Dharma Lautan Utama mengatakan, program CSR (Corporate Social Responsibility) ini merupakan rangkaian syukuran dari HUT ke 42 PT DLU yang tepatnya di pertengahan Februari 2018 lalu dengan menggelar aksi sosial kemasyarakatan.

“Kali ini RUmah Susun Sombo yang memperoleh giliran untuk penyaluran bantuan dari kami. Namun, bantuan ini tak serta merta untuk para penghuni rusun saja, sebab CSR kami lakukan atas dasar survey terlebih dahulu untuk menentukan prioritas. Dan CSR biasa kami wujudkan dengan cek kesehatan gratis, pembagian sembako atau pembagian bantuan sekolah untuk anak-anak yatim piatu. Yang pasti dari dana CSR yang kami salurkan itu kita alokasikan 1,5 persen dari keuntungan perusahaan,” ujar Erwin.

Sementara itu, Bambang Haryo, anggota komisi 6 DPR RI yang juga sebagai konsultan PT DLU ini juga menyampaikan, pihaknya berharap agar perusahaan-perusahaan di Surabaya mengikuti langkah sosial seperti yang dilakukan PT DLU. Tak hanya itu, di sisi pemerintahan kota, juga diharpkan memperhatikan kelayakan dari rumah susun yang ada di Surabaya.

“Di Rumah Susun Sombo-Simolawang ini ada sekitar 4.000 orang yang membutuhkan bantuan. Untuk itu, kalau bisa perusahaan di Surabaya ini lebih peka kepedulian sosialnya. Untuk Pemkot Surabaya, kami harap menambah perhatian terhadap lokasi-lokasi seperti ini. Dan saat ini, kondisi di rusun Sombo ini saya rasa lebih baik dibanding rusun lain,” papar Bambang.

Bambang menambahkan, ia juga berharap pemerintah harus berpikir lebih dahulu untuk menaikkan ongkos sewa rusun.

“Kami berharap pemerintah kota jangan dinaikkan lagi ongkos sewanya, mereka juga akan terbebani. Terkait keamanan, terutama untuk menghindari kebarakarn, harusnya ada alat pemadam kebakaran di setiap lantai. Bila perlu ada mobil kebakaran. Ini dikarenakan di setiap kamar selalu ada kompor untuk memasak. Dan yang terakhir, untuk listrik di setiap rusun setidaknya perlu disubsidi lagi, jangan disamakan dengan pelanggan pada umumnya” tegas Bambang.@Eld-Licom